Pola makan remaja yang lebih cenderung tinggi energi, lemak jenuh, dan minuman manis memicu masalah gizi lebih dan obesitas. Kondisi ini menjadi faktor risiko utama terjadinya Diabetes Melitus (DM) tipe 2 di masa mendatang akibat resistensi insulin.Peneletian ini bertujuan gambaran kebiasaan makan dan status gizi (IMT/U) sebagai indikator faktor risiko Diabetes Melitus pada remaja kelas X di S…
Diabetes Melitus merupakan salah satu penyakit tidak menular yang mengalami peningkatan prevalensi dan mulai menyerang usia remaja. Perkembangan gaya hidup tidak sehat menjadikan pengetahuan gizi sebagai langkah penting dalam pencegahan sejak dini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan gizi tentang Diabetes Melitus terdapat 42,5 % responden yang termasuk kat…
Karies gigi merupakan salah satu masalah kesehatan gigi dan mulut yang paling sering ditemukan pada anak usia sekolah. Tingginya konsumsi makanan dan minuman manis, serta rendahnya kesadaran menjaga kesehatan gigi dapat meningkatkan risiko terjadinya karies gigi. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui gambaran status karies gigi tetap pada siswa siswi kelas VII SMP Negeri 7 Kotamadya Manado.J…
Sumampouw, Rebecca. 2026. Pengaruh Pemberian Pie Berbasis Tepung Pisang Goroho (Musa acuminata, sp) terhadap Status Gizi dan Risiko Diabetes Melitus pada Remaja SMP Negeri 2 Manado (Pembimbing I: Daniel Robert, SST, M.Kes dan Pembimbing II: Henry S. Imbar, S.Pd, M.Kes).\\r\\nABSTRAK\\r\\nDiabetes melitus (DM) pada remaja semakin meningkat akibat perubahan pola makan, rendahnya konsumsi serat, d…
Picky eater merupakan kondisi kolektif dimana anak yang biasanya memiliki preferensi kuat pada makanan, menolak makanan pada jenis makanan tertentu, frekuensi makan lebih sedikit, menolak ketika diberikan makanan baru. Kejadian picky eater atau suka pilih-pilih makanan sering terjadi selama perkembangan anak. Perilaku ini jika dibiarkan anak akan menjadi terbiasa untuk memilih makanan yang mili…
Status gizi anak balita merupakan indikator penting dalam menilai kualitas tumbuh kembang anak. Asupan makan, Khususnya zat gizi makro seperti energi, protein, lemak, dan karbohidrat merupakan faktor langsung yang memengaruhi status gizi. Desa Tolombukan dipilih sebagai Lokasi penelitian karena masih ditemukannya kasus gizi kurang dan pendek pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui…
Perilaku konsumsi fast food pada remaja semakin meningkat seiring perkembangan zaman. Fast food yang tinggi lemak, natrium, dan kalori serta rendah serat dapat mempengaruhi status gizi remaja, baik menyebabkan gizi kurang maupun gizi lebih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perilaku konsumsi fast food dengan status gizi pada siswa SMP Negeri 4 Pineleng Kalasey Satu. Pe…
Asupan gizi dan status gizi pada anak SD memiliki hubungan yang erat. Kualitas dan kuantitas asupan gizi anak sekolah dasar sangat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan mereka. Status gizi yang baik, yang dicapai melalui konsumsi makanan bergizi seimbang, mendukung kesehatan fisik dan kognitif anak, sementara Asupan Gizi Yang Kurang dapat Menyebabkan Berbagai Masalah Gizi Seperti Stunting, …
Remaja merupakan kelompok usia yang rentan terhadap masalah gizi, baik gizi kurang maupun gizi lebih. Pola makan yang tidak seimbang dan asupan zat gizi makro yang tidak sesuai kebutuhan dapat berdampak pada status gizi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi adalah siswa kelas X dan XI SMA N 9 Manado, dengan sampel sebanyak 48 orang. Data d…
Remaja putri memiliki risiko sepuluh kali lipat lebih tinggi mengalami anemia dibandingkan remaja putra. Remaja identik dengan kebiasaan mengkonsumsi makanan selingan berupa kue manis. Brownies sebagai salah satu bentuk makanan selingan memiliki kalori yang tinggi tetapi kekurangan zat gizi lainnya seperti protein dan zat besi sehingga dapat dimodifikasi dengan memanfaatkan ikan cakalang (Katsu…