Angka kematian ibu dan bayi di Indonesia masih tinggi. Kematian tersebut dapat terjadi pada masa kehamilan, bersalin, dan nifas. Walaupun kehamilan merupakan proses yang fisiologis atau alamiah tetapi dapat berpotensi menjadi patologis. Di Puskesmas Tateli tahun 2023 cakupan kunjungan keempat ibu hamil (K4) sebanyak 205 (63,5%) di bawah target nasional yaitu 95%, cakupan kunjungan keeman ibu ha…
Angka Kematian Ibu dan Bayi merupakan indikator untuk menilai tingkat kesejahteraan suatu masyarakat. Data PWS/KIA Puskesmas Bahu tahun 2024 diperoleh cakupan K6 dan peserta akseptor belum memenuhi target nasional. Tujuan penelitian adalah menerapkan asuhan kebidanan komprehensif dari hamil, bersalin, bayi baru lahir, nifas dan keluarga berencana secara komprehensif pada Ny. J.S di Puskesmas Ba…
Angka Kematian Ibu adalah indikator mengukur kesejahteraan masyarakat.Data Dinas Kesehatan Kota Manado 2024 jumlah kasus kematian ibu sebanyak 3 kasus dan jumlah kematian bayi sebanyak 43 kasus. Data Puskesmas Ranomuut tahun 2024 cakupan Keluarga Berencana (KB) 17.05% dibawah target nasional yaitu (75%). Tujuan penelitian ini adalah menerapkan Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny. M.L di Puske…
Wanita meninggal akibat komplikasi selama dan setelah kehamailan dan persalinan Data puskesmas Paniki Bawah tahun 2024 cakupan persalinan (pn) ditolong nakes, 431 (64,81%) dibawah target nassional 75% dan peserta KB aktif, 8.103 dibawah tergaet nasional 75%. Tujuan penelitian adalah menerapkan Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny. D.P di Puskesmas Paniki Bawah. Jenis penelitian ini bersifat de…
Angka kematian ibu dan bayi di Indonesia masih tinggi. Penyebab utama kematian ibu, terhitung sekitar 75% kasus, termasuk pendarahan setelah persalinan, infeksi, komplikasi, persalinan, aborsi yang tidak aman, pre-eklampsia dan eklampsia. Data PWS KIA Puskesmas Tuminting tahun 2023, dan tahun 2024, cakupan KB aktif belum mencapai target nasional 75%. Tujuan penelitian ini untuk menerapkan Asuha…