Tuberkulosis paru merupakan penyakit infeksi kronis yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis, yang dapat menular melalui udara dan percikan dahak ketika penderita batuk atau bersin. Penderita TB paru umumnya mengalami peningkatan frekuensi napas atau sesak napas, yang dapat menyebabkan penurunan saturasi oksigen dalam darah. Salah satu masalah keperawatan yang sering ditemukan pada kondisi ini adalah pola napas tidak efektif, yang ditandai dengan perubahan saturasi oksigen. Masala...
Tuberkulosis paru merupakan penyakit infeksi kronis yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis, yang dapat menular melalui udara dan percikan dahak ketika penderita batuk atau bersin. Penderita TB paru umumnya mengalami peningkatan frekuensi napas atau sesak napas, yang dapat menyebabkan penurunan saturasi oksigen dalam darah. Salah satu masalah keperawatan yang sering ditemukan pada kondisi ini adalah pola napas tidak efektif, yang ditandai dengan perubahan saturasi oksigen. Masalah ini dapat ditangani dengan penerapan teknik non-farmakologis, seperti posisi tripod dan pursed lips breathing. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pasien dengan masalah pola napas tidak efektif, menetapkan diagnosa keperawatan, merancang perencanaan sesuai SOP posisi tripod dan pursed lips breathing, mengobservasi saturasi oksigen sebelum dan sesudah tindakan, melaksanakan implementasi teknik tersebut, serta melakukan evaluasi keperawatan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada satu pasien TB paru yang mengalami penurunan saturasi oksigen. Instrumen yang digunakan mencakup lembar pengkajian, format observasi SLKI, SOP tindakan, serta alat ukur seperti pulse oximeter. Penelitian ini dilaksanakan di RSU GMIM Pancaran Kasih Manado pada 6–9 Juni. Hasilnya menunjukkan bahwa setelah intervensi dilakukan dua kali sehari selama tiga hari, masalah pola napas tidak efektif dapat teratasi. Kesimpulannya, posisi tripod dan pursed lips breathing efektif meningkatkan saturasi oksigen pada pasien TB paru. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dan dasar pengembangan SOP di lingkungan pendidikan keperawatan