Lansia adalah seseorang dengan usia diatas 60 tahun. Pada lansia terjadi proses penuaan yang merupakan proses fisiologis. Kadar gula darah yang umum dialami lansia akibat proses penuaan dapat dicegah dengan berolahraga secara teratur. Senam prolanis adalah aktivitas fisik bagi lansia dalam mencegah timbulnaya komplikasi penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh senam prolanis durasi 15 menit dan 30 menit terhadap kadar gula darah pada lansia Di UPTD Balai Penyantunan Sosial La...
Lansia adalah seseorang dengan usia diatas 60 tahun. Pada lansia terjadi proses penuaan yang merupakan proses fisiologis. Kadar gula darah yang umum dialami lansia akibat proses penuaan dapat dicegah dengan berolahraga secara teratur. Senam prolanis adalah aktivitas fisik bagi lansia dalam mencegah timbulnaya komplikasi penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh senam prolanis durasi 15 menit dan 30 menit terhadap kadar gula darah pada lansia Di UPTD Balai Penyantunan Sosial Lanjut Usia Terlantar “Senja Cerah” Manado. Jenis penelitian adalah pre-eksperimen yang dilakukan pada 15 sampel yang ditentukan secara consecituve sampling. Pengumpulan data diperoleh dari hasil pengukuran kadar gula darah pada lansia dengan menggunakan alat autochek dan analisa menggunakan uji T-tes dependent dengan kemaknaan α = 0.005. Hasil uji T-tes dependent pada senam durasi 15 menit menunjukan nilai p = 0.001 dan pada senam durasi 30 menit menunjukan nilai p = 0.000 adanya penurunan kadar gula darah yang signifikan setelah senam prolanis dengan durasi 15 menit dan 30 menit denga total treatment 45 menit pada lansia Di UPTD Balai Penyantunan Sosial Lanjut Usia Terlantar “Senja Cerah”Manado. Senam Prolanis secara teratur dapat meningkatkan sensitivitas insulin dan membantu tubuh memanfaatkan glukosa sebagai energi, sehingga kadar gula darah dapat terkontrol dengan lebih baik. Diharapkan penelitian selanjutnya dengan sampel yang lebih besar, durasi intervensi yang lebih bervariasi, serta mempertimbangkan faktor-faktor lain seperti pola makan, dan penggunanaan obat