Diabetes melitus tipe II adalah penyakit kronis yang terjadi ketika tubuh tidak menggunakan insulin sebagaimana mestinya akibat resistensi insulin, yang mengakibatkan naiknya kadar gula darah. Diabetes melitus adalah salah satu penyakit tidak menular penyebab utama kualitas hidup yang lebih buruk. Stigma berdampak negatif pada kualitas hidup penderita diabetes melitus yang dikaitkan dengan harga diri rendah dan penurunan perilaku perawatan diri bagi penderita diabetes melitus. Stigma diabetes ju...
Diabetes melitus tipe II adalah penyakit kronis yang terjadi ketika tubuh tidak menggunakan insulin sebagaimana mestinya akibat resistensi insulin, yang mengakibatkan naiknya kadar gula darah. Diabetes melitus adalah salah satu penyakit tidak menular penyebab utama kualitas hidup yang lebih buruk. Stigma berdampak negatif pada kualitas hidup penderita diabetes melitus yang dikaitkan dengan harga diri rendah dan penurunan perilaku perawatan diri bagi penderita diabetes melitus. Stigma diabetes juga dikaitkan dengan gejala depresi, kecemasan, dan tekanan diabetes. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan stigma dan tekanan psikologis dengan kualitas hidup penderita diabetes melitus tipe II. Jenis penelitian menggunakan kuantitatif, rancangan penelitian yaitu survey analitik. Sampel penelitian yaitu 200 responden yang menderita diabetes melitus tipe II. Pengumpulan data diperoleh menggunakan kuesioner self-stigma scale, depression anxiety stress scales 42 dan diabetes quality of life. Penelitian ini dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Sario pada 19 Maret 2025 sampai 9 April 2025. Analisa data menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian yang dilakukan setelah diberikan kesempatan untuk mengisi Kuesioner, didapati berdasarkan hasil analisis stigma dan menggunakan uji chi square menunjukan nilai p-value 0,003