Halusinasi pendengaran merupakan salah satu gejala utama pada pasien skizofrenia yang berdampak pada fungsi sosial dan kualitas hidup. Di Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. V. L. Ratumbuysang, masih banyak pasien yang mengalami halusinasi pendengaran aktif dan belum mendapatkan intervensi non-farmakologis yang terstruktur. Terapi musik klasik sebagai terapi komplementer dipercaya dapat mengurangi frekuensi halusinasi dan menurunkan tingkat kecemasan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui impl...
Halusinasi pendengaran merupakan salah satu gejala utama pada pasien skizofrenia yang berdampak pada fungsi sosial dan kualitas hidup. Di Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. V. L. Ratumbuysang, masih banyak pasien yang mengalami halusinasi pendengaran aktif dan belum mendapatkan intervensi non-farmakologis yang terstruktur. Terapi musik klasik sebagai terapi komplementer dipercaya dapat mengurangi frekuensi halusinasi dan menurunkan tingkat kecemasan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi terapi musik klasik terhadap penurunan gejala halusinasi pendengaran pada pasien skizofrenia. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Subjek terdiri dari dua pasien dengan halusinasi pendengaran aktif. Intervensi dilakukan selama lima hari berturut-turut dengan durasi 15 menit per sesi menggunakan musik klasik melalui earphone di lingkungan yang tenang dan nyaman. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi SOAP yang dianalisis secara naratif untuk mengevaluasi perubahan sebelum dan sesudah terapi musik. Pada pasien pertama (Ny. L), terapi musik menurunkan frekuensi halusinasi dari 2–3 kali menjadi 1 kali per hari. Pasien tampak lebih tenang, tidak lagi berbicara atau tertawa sendiri, serta mampu menggunakan teknik menghardik untuk mengontrol halusinasi. Pasien kedua (Ny. C) mengalami penurunan frekuensi dari 5–6 kali menjadi 1–2 kali per hari. Pasien mulai dapat mengidentifikasi isi halusinasi dan menunjukkan respons yang lebih tenang, meskipun masih memerlukan dukungan dalam pengendalian diri. Kesimpulannya, terapi musik klasik efektif menurunkan gejala halusinasi pendengaran dan dapat digunakan sebagai intervensi tambahan dalam keperawatan jiwa.