Anak-anak lebih mudah terkena diare karena sistem imunitas mereka masih tahap tumbuh kembang. Diare jarang menyebabkan kematian secara langsung, tetapi dapat menjadi berbahaya jika tidak segera ditangani dengan tepat. Oleh karena itu, diare dapat memicu kecemasan pada anak dengan perawatan di Rumah Sakit sehingga salah satu peran perawat dalam mengatasi kecemasan yaitu dengan menggunakan teknik non farmakologis yaitu terapi bermain clay. Terapi ini menggunakan media tanah liat untuk membantu ana...
Anak-anak lebih mudah terkena diare karena sistem imunitas mereka masih tahap tumbuh kembang. Diare jarang menyebabkan kematian secara langsung, tetapi dapat menjadi berbahaya jika tidak segera ditangani dengan tepat. Oleh karena itu, diare dapat memicu kecemasan pada anak dengan perawatan di Rumah Sakit sehingga salah satu peran perawat dalam mengatasi kecemasan yaitu dengan menggunakan teknik non farmakologis yaitu terapi bermain clay. Terapi ini menggunakan media tanah liat untuk membantu anak mengekspresikan emosi, mengurangi kecemasan, dan meningkatkan rasa nyaman selama perawatan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan, mendeskripsikan serta membahas penerapan terapi bermain clay pada anak prasekolah dengan diare yang mengalami kecemasan. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan studi kasus untuk mendeskripsikan atau menggambarkan penatalaksaan asuhan keperawatan pada anak prasekolah dengan diare dimana dengan menggunakan terapi bermain clay pada anak prasekolah dengan diare yang mengalami kecemasan. Setelah dilakukan penerapan terapi bermain clay pada kedua pasien selama 3 hari didapatkan hasil terjadi penurunan kecemasan. An. P ansietas sedang menjadi ringan, sedangkan pada An. M dari ansietas berat menjadi ansietas ringan. Kesimpulan, terapi bermain clay mampu mengurangi tingkat kecemasan pada anak prasekolah dengan diare yang mengalami kecemasan