Gastroenteritis adalah peradangan pada lambung dan saluran usus yang terutama menyerang usus kecil. Namun, peradangan pada gastroenteritis dapat juga terjadi pada lapisan usus besar. Gastroenteritis dapat juga terjadi karena iritasi saluran pencernaan yang disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, atau parasit langsung atau karena mengonsumsi racun yang sudah ada sebelumnya dalam makanan. Gastroenteritis kadang-kadang disebut sebagai penyakit perut, keracunan makanan, flu perut, flu gastrointestin...
Gastroenteritis adalah peradangan pada lambung dan saluran usus yang terutama menyerang usus kecil. Namun, peradangan pada gastroenteritis dapat juga terjadi pada lapisan usus besar. Gastroenteritis dapat juga terjadi karena iritasi saluran pencernaan yang disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, atau parasit langsung atau karena mengonsumsi racun yang sudah ada sebelumnya dalam makanan. Gastroenteritis kadang-kadang disebut sebagai penyakit perut, keracunan makanan, flu perut, flu gastrointestinal, penyakit bawaan makanan, dan diare saat bepergian . Kompres hangat merupakan teknik stimulasi kulit dan jaringan menggunakan paparan hangat/panas untuk mengurangi nyeri, meningkatkan kenyamanan dan mendapatkan efek terapeutik lainnya. Kompres hangat merupakan tindakan dengan menggunakan kain, waslap atau handuk yang telah dicelupkan dalam air hangat, kemudian ditempelkan pada bagian tubuh tertentu sehingga memberikan rasa nyaman dan menurunkan suhu tubuh. Melakukan kompres hangat pada anak adalah melakukan kompres dengan menggunakan air hangat. Tujuan penelitian ini untuk mendapat gambaran pemberian kompres hangat dalam menurunkan hipertermia pada anak dengan gastroenteritis akut di Instalasi Gawat Darurat RSU GMIM Pancaran Kasih. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus yang dilaksanakan pada tanggal 29 Agustus 2025 di RSU GMIM Pancaran Kasih Manado di Ruangan Instalasi Gawat Darurat. Instrumen yang digunkan yaitu format pengkajian dan SOP kompres hangat. Hasil penelitian teridentifikasi tanda dan gejala hipertermia dengan keluhan demam, gelisah, pucat, suhu kulit teraba hangat, suhu tubuh 38,8 C° diagnosa keperawatan yang diangkat yaitu hipertermia, perencanaan ditetapkan sesuai intervensi manajemen hipertermia dengan penerapaan kompres hangat, implementasi dilakukan sesuai SOP, dengan hasil evaluasi hipertermia menurun. Kasimpulan pemberian kompres hangat dapat menurunkan hipertermia.