Langsung ke konten
PUSTAKA Repositori Poltekkes Kemenkes Manado
Image of Pemberian Kompres Hangat dalam Menurunkan Hipertermia pada Anak dengan Gastroenteritis Akut di Instalasi Gawat Darurat RSU GMIM Pancaran Kasih
Karya Tulis Ilmiah Akses terbuka 2025

Pemberian Kompres Hangat dalam Menurunkan Hipertermia pada Anak dengan Gastroenteritis Akut di Instalasi Gawat Darurat RSU GMIM Pancaran Kasih

Tahun terbit
2025
Jenis naskah
Karya Tulis Ilmiah
Bahasa
Indonesia
No. panggil
KTI KEPERAWATAN 2025
Penerbit
Manado : Poltekkes Kemenkes Manado
Deskripsi fisik
xiv, 51 Hal: Ilustrasi; 29 cm
Klasifikasi
NONE
Berkas dibaca
8 kali
Dikutip
0 kali
Pernyataan tanggung jawab
Helen Virginia Jacob

Abstrak

Gastroenteritis adalah peradangan pada lambung dan saluran usus yang terutama menyerang usus kecil. Namun, peradangan pada gastroenteritis dapat juga terjadi pada lapisan usus besar. Gastroenteritis dapat juga terjadi karena iritasi saluran pencernaan yang disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, atau parasit langsung atau karena mengonsumsi racun yang sudah ada sebelumnya dalam makanan. Gastroenteritis kadang-kadang disebut sebagai penyakit perut, keracunan makanan, flu perut, flu gastrointestinal, penyakit bawaan makanan, dan diare saat bepergian . Kompres hangat merupakan teknik stimulasi kulit dan jaringan menggunakan paparan hangat/panas untuk mengurangi nyeri, meningkatkan kenyamanan dan mendapatkan efek terapeutik lainnya. Kompres hangat merupakan tindakan dengan menggunakan kain, waslap atau handuk yang telah dicelupkan dalam air hangat, kemudian ditempelkan pada bagian tubuh tertentu sehingga memberikan rasa nyaman dan menurunkan suhu tubuh. Melakukan kompres hangat pada anak adalah melakukan kompres dengan menggunakan air hangat. Tujuan penelitian ini untuk mendapat gambaran pemberian kompres hangat dalam menurunkan hipertermia pada anak dengan gastroenteritis akut di Instalasi Gawat Darurat RSU GMIM Pancaran Kasih. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus yang dilaksanakan pada tanggal 29 Agustus 2025 di RSU GMIM Pancaran Kasih Manado di Ruangan Instalasi Gawat Darurat. Instrumen yang digunkan yaitu format pengkajian dan SOP kompres hangat. Hasil penelitian teridentifikasi tanda dan gejala hipertermia dengan keluhan demam, gelisah, pucat, suhu kulit teraba hangat, suhu tubuh 38,8 C° diagnosa keperawatan yang diangkat yaitu hipertermia, perencanaan ditetapkan sesuai intervensi manajemen hipertermia dengan penerapaan kompres hangat, implementasi dilakukan sesuai SOP, dengan hasil evaluasi hipertermia menurun. Kasimpulan pemberian kompres hangat dapat menurunkan hipertermia.

Berkas

Baca Akses terbuka Baca

Eksemplar fisik & reservasi

#
Poltekkes Kemenkes Manado Kampus A KTI KEPERAWATAN 2025
KTI000702025
Tersedia

Komentar

Masuk untuk menulis komentar