Penerapan teknik Distraksi Audio Visual pada Anak Pra-Sekolah dengan Penyakit Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) terhadap Tingkat Nyeri selama Pemasangan Infus di RSUP Dr. R. D. Kandou Manado
- Tahun terbit
- 2026
- Jenis naskah
- Karya Ilmiah Akhir Ners
- No. panggil
- KIA Ners 2026
- Penerbit
- Manado : Poltekkes Kemenkes Manado
- Deskripsi fisik
- xiii, 107 Hal: Ilustrasi; 27 cm
- Berkas dibaca
- 7 kali
- Dikutip
- 0 kali
- Pernyataan tanggung jawab
- Willy Christyan Gie Rabuka; Maykel A.Kiling; Ellen Pesak
Abstrak
Latar Belakang: Anak prasekolah dengan Dengue Hemorrhagic Fever (DHF)\r\nsering mengalami nyeri saat pemasangan infus yang dapat menimbulkan ketakutan,\r\nkecemasan, dan ketidaknyamanan. Teknik distraksi audio visual merupakan\r\nintervensi nonfarmakologis berbasis evidence-based nursing yang dapat\r\nmengalihkan perhatian anak terhadap stimulus nyeri dan meningkatkan\r\nkenyamanan sesuai Teori Kenyamanan Kolcaba. Tujuan: Mendeskripsikan\r\npenerapan teknik distraksi audio visual terhadap tingkat nyeri selama pemasangan\r\ninfus pada anak prasekolah dengan DHF di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado.\r\nMetode: Penelitian menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan deskriptif\r\npada empat anak usia prasekolah yang memenuhi kriteria inklusi. Pengumpulan\r\ndata dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dokumentasi, dan\r\npengukuran nyeri menggunakan Wong-Baker Faces Pain Rating Scale. Intervensi\r\nberupa teknik distraksi audio visual diberikan selama tindakan pemasangan infus\r\nsesuai standar operasional prosedur. Hasil: Penerapan teknik distraksi audio visual\r\nmembantu mengalihkan perhatian anak selama pemasangan infus sehingga anak\r\ntampak lebih tenang, lebih kooperatif, dan menunjukkan penurunan respons nyeri\r\nserta peningkatan kenyamanan fisik dan psikospiritual. Kesimpulan: Teknik\r\ndistraksi audio visual dapat diterapkan sebagai intervensi keperawatan\r\nnonfarmakologis yang efektif untuk membantu menurunkan tingkat nyeri selama\r\npemasangan infus pada anak prasekolah dengan DHF serta mendukung pemberian\r\natraumatic care dalam praktik keperawatan anak.