Penderita asma mengalami inflamasi saluran napas, penyempitan bronkus, dan produksi mukus berlebih yang dapat menyebabkan pola napas tidak efektif. Teknik pursed lips breathing di duga dapat meningkatkan saturasi. Penelitian ini bertujuan mendapatkan gambaran teknik pursed lips breathing dalam meningkatkan saturasi oksigen pada pasien asma. Penelitian ini studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan, yang melibatkan satu responden yang mengalami asma bronkial dengan masalah pola napas tidak ...
Penderita asma mengalami inflamasi saluran napas, penyempitan bronkus, dan produksi mukus berlebih yang dapat menyebabkan pola napas tidak efektif. Teknik pursed lips breathing di duga dapat meningkatkan saturasi. Penelitian ini bertujuan mendapatkan gambaran teknik pursed lips breathing dalam meningkatkan saturasi oksigen pada pasien asma. Penelitian ini studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan, yang melibatkan satu responden yang mengalami asma bronkial dengan masalah pola napas tidak efektif. Pasien diberikan intervensi pursed lips breathing sebanyak tiga kali per sesi, dan tiga sampai dua kali sehari, selama tiga hari mulai dari tanggal 27 Mei 2025 sampai 29 Mei 2025 di Pavillun Filipi RSU GMIM Pancaran kasih. Saturasi oksigen dan frekuensi napas diukur sebelum dan sesudah intervensi. Hasil menunjukkan peningkatan saturasi oksigen hingga 99% dan penurunan frekuensi napas dari 27 menjadi 20 kali per menit. Evaluasi menunjukkan penurunan dyspnea, hilangnya penggunaan otot bantu napas, serta hilangnya suara napas tambahan (wheezing). Maka teknik pursed lips breathing efektif sebagai intervensi keperawatan mandiri untuk memperbaiki pola napas dan meningkatkan oksigenasi pada pasien asma bronkial. Teknik ini layak untuk direkomendasikan dalam praktik keperawatan klinis.