Identifikasi Kandungan Formalin dan Boraks pada Makanan Jajanan Cilok dan Bakso di Kecamatan Pineleng Kabupaten Minahasa
- Tahun terbit
- 2026
- Jenis naskah
- Karya Tulis Ilmiah
- Bahasa
- Indonesia
- No. panggil
- KTI FARMASI 2026
- Penerbit
- Manado : Poltekkes Kemenkes Manado
- Deskripsi fisik
- xiv, 78 hlm : ilustrasi ;27 cm
- Klasifikasi
- NONE
- Berkas dibaca
- 26 kali
- Dikutip
- 0 kali
- Pernyataan tanggung jawab
- Queenly Frella Figrit Hanna Loway; Djois S.Rintjap; Sri H.Gurning
Abstrak
Formalin dan boraks merupakan bahan kimia yang dilarang digunakan sebagai bahan tambahan pangan karena dapat membahayakan kesehatan apabila dikonsumsi dalam jangka waktu lama. Namun, penyalahgunaan kedua bahan tersebut masih berpotensi terjadi pada makanan jajanan, seperti cilok dan bakso, untuk memperpanjang daya simpan serta memperbaiki tekstur. Oleh karena itu, pengawasan terhadap keamanan pangan perlu dilakukan guna melindungi masyarakat dari risiko paparan bahan berbahaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kandungan formalin dan boraks pada makanan jajanan cilok dan bakso yang dijual di Kecamatan Pineleng, Kabupaten Minahasa. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa dari seluruh sampel cilok yang diuji terdapat 1 sampel yang teridentifikasi positif formalin pada pengujian KMno4 dan test kit, sedangkan seuluruh sampel bakso menunjukkan hasil negatif formalin.Pemeriksaan boraks menunjukkan bahwa seluruh sampel cilok dan bakso yang diperiksa tidak mengandung boraks. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa masih ditemukan penggunaan formalin pada sampel cilok yang beredar di Kecamatan Pineleng, Kabupaten Minahasa, sehingga pengawasan dan pembinaan terhadap pedagang makanan jajanan perlu terus ditingkatkan untuk menjamin keamanan pangan dan melindungi kesehatan masyarakat.