Hubungan Kebiasaan Konsumsi Nasi Putih Berdasarkan Suhu Penyajian Dengan Kadar Glukosa Darah Pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2 di Puskesmas Paniki Bawah
- Tahun terbit
- 2026
- Jenis naskah
- Skripsi
- Bahasa
- Indonesia
- No. panggil
- SKR GIZI 2026
- Penerbit
- Manado : Poltekkes Kemenkes Manado
- Deskripsi fisik
- xiv, 69 hlm : ilustrasi ; 27 cm
- Klasifikasi
- NONE
- Berkas dibaca
- 4 kali
- Dikutip
- 0 kali
- Pernyataan tanggung jawab
- Gloria Indri Tonggene; Grace K. Langi; Nita R. Momongan
Abstrak
Diabetes Mellitus Tipe 2 (DMT2) merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah akibat gangguan sekresi maupun kerja insulin. Salah satu faktor yang memengaruhi kadar glukosa darah adalah pola konsumsi karbohidrat, termasuk kebiasaan mengonsumsi nasi putih berdasarkan suhu penyajiannya. Perubahan suhu penyajian nasi dapat memengaruhi pembentukan pati resisten yang berpotensi menurunkan respons glikemik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kebiasaan konsumsi nasi putih berdasarkan suhu penyajian dengan kadar glukosa darah pada penderita Diabetes Mellitus Tipe 2 di Puskesmas Paniki Bawah.\r\n Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 30 responden penderita DMT2 yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner mengenai kebiasaan konsumsi nasi putih berdasarkan suhu penyajian dan pemeriksaan kadar glukosa darah menggunakan glukometer. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Fisher Exact T Test dan Spearman Rank dengan tingkat kemaknaan α = 0,05.\r\n Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia 41–50 tahun (36,67%), berjenis kelamin perempuan (63,33%). Sebanyak 73,33% responden memiliki kadar glukosa darah