SISA MAKANAN DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA PADA PASIEN RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT JIWA PROF. DR. V.L. RATUMBUYSANG KALASEY
- Tahun terbit
- 2026
- Jenis naskah
- Skripsi
- No. panggil
- SKR GIZI 2026
- Penerbit
- Manado : Poltekkes Kemenkes Manado
- Deskripsi fisik
- xii, 72 hlm : ilustrasi ; 27 cm
- Berkas dibaca
- 23 kali
- Dikutip
- 0 kali
- Pernyataan tanggung jawab
- Stefani Christian Karundeng; Jufri Sineke; Rudolf Boyke Purba
Abstrak
Stefani Christian Karundeng. 2026. Sisa Makanan Dan Faktor-faktor yang Memengaruhinya Pada Pasien Rawat Inap di Rumah Sakit Jiwa Prof.DR.V.L. Ratumbuysang. Dibimbing oleh Jufri Sineke selaku Pembimbing I dan Rudolf B. Purba, SKM, M. Kes, selaku Pembimbing II. Sisa makanan merupakan indikator tidak langsung dari tingkat penerimaan makanan pasien terhadap menu yang disajikan. Tingginya sisa makanan tidak hanya menunjukkan rendahnya tingkat konsumsi pasien, tetapi juga dapat menyebabkan ketidakseimbangan asupan gizi, yang berdampak pada status gizi dan proses penyembuhan.Jenis penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional (data dikumpulkan pada satu titik waktu untuk menggambarkan besarnya sisa makanan dan mengidentifikasi hubungan antara sisa makanan dengan faktor-faktor yang diduga). Sampel adalah penderita jiwa sebanyak 45 orang. Penentuan sampel berdasarkan purposive sampling. Variabel penelitian yaitu sisa makanan dan faktor penyajian (porsi, variasi menu, rasa dan suhu). Uji statistika yang digunakan adalah Spearman Rank Signet Test. Sisa makan siang pada pasien RSJ Ratumbuysang yaitu baik nasi, lauk hewani, sayur dan buah bersisa sedikit. Masing masing 80%, 82,2%, 75,6% dan 88,9%Terdapat hubungan porsi dengan sisa makanan yaitu nasi, lauk hewani dan buah. Terdapat hubungan rasa dengan sisa makanan nasi dan buah sedangkan pada lauk hewani dan buah tidak terdapat hubungan yang bermakna. Terdapat hubungan variasi menu dengan sisa makanan nasi, lauk hewani dan buah sedangkan pada buah tidak terdapat hubungan. Terdapat hubungan suhu dengan sisa makanan nasi dan buah sebaliknya pada sisa lauk hewani dan sayur tidak menunjukkan hubungan. Total kerugian makanan per hari untuk setiap orang yaitu Rp.1226,-, terdiri dari nasi Rp 317,- , lauk hewani Rp. 565,-, lauk nabati Rp. 75,-, sayur Rp. 109,- dan buah Rp 161,-