Pengaruh Berkumur Dengan Rebusan Daun Kayu Manis (Cinnamomum Burmanii) Terhadap pH Saliva Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe II Di Wilayah Kerja Puskesmas Wori, Kabupaten Minahasa Utara
- Tahun terbit
- 2026
- Jenis naskah
- Karya Tulis Ilmiah
- Bahasa
- Indonesia
- No. panggil
- KTI Kesgi 2026
- Penerbit
- Manado : Poltekkes Kemenkes Manado
- Deskripsi fisik
- xii, 69 hlm ; ilustrasi, 27 cm
- Klasifikasi
- NONE
- Berkas dibaca
- 19 kali
- Dikutip
- 0 kali
- Pernyataan tanggung jawab
- Sri Suci Rahmawati Lakoro; Vega Roosa Fione; Jeanne d Arc Zavera Adam
Abstrak
Permasalahan gigi dan mulut yang paling sering dialami masyarakat adalah karies dan missing (gigi hilang), terjadinya karies dapat disebabkan oleh beberapa faktor antara lain jumlah aliran Saliva dan tingkat keasaman Saliva. Saliva adalah cairan mulut kompleks yang terdiri dari campuran sekresi kelenjar Saliva yang ada di dalam rongga mulut. Penurunan pH rongga mulut memberikan peluang perkembangan mikroflora oral penyebab munculnya gangguan kesehatan mulut seperti karies dan plak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh berkumur dengan rebusan daun kayu manis terhadap pH Saliva Pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe II Di Wilayah Kerja Puskesmas Wori, Kabupaten Minahasa Utara.\r\n Jenis Penelitian ini adalah quasi experiment dengan rancangan one group pretest-posttest, penelitian ini dilaksanakan pada minggu ke kedua bulan Juni 2026 di Wilayah Kerja Puskesmas Wori, Kabupaten Minahasa Utara. Jumlah populasi sebanyak 62 orang, dengan teknik pengambilan sampel yaitu Accidental Sampling berjumlah 38 orang . Pengumpulan data diperoleh dari hasil pengukuran pH Universal test dengan skor 0-14, format penilaian pH Saliva sebelum dan sesudah berkumur rebusan daun kayu manis. Analisa data menggunakan uji statistic non parametrik dengan uji Wilcoxon.\r\n Hasil penelitian ini menunjukan dari 38 responden yang di periksa sebelum berkumur rebusan daun kayu manis yang memiliki pH Saliva basa 42,1% netral 18,4%% dan asam 39,5%. pH Saliva sesudah berkumur yang memiliki pH Saliva basa 13,2%., netral, 50,0%, dan asam 36,8% Hasil uji Wilcoxon yang menyatakan bahwa nilai singnifikan yaitu p= 0,000