Efektivitas Rebusan Kayu Manis (Cinnamomum Burmanii) Terhadap Laju Aliran Saliva pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe II di Puskesmas Wori Minahasa Utara Sulawesi Utara
- Tahun terbit
- 2026
- Jenis naskah
- Karya Tulis Ilmiah
- Bahasa
- Indonesia
- No. panggil
- KTI KESGI 2026
- Penerbit
- Manado : Poltekkes Kemenkes Manado
- Deskripsi fisik
- xi, 58 hlm: ilustrasi; 27 cm
- Klasifikasi
- NONE
- Berkas dibaca
- 20 kali
- Dikutip
- 0 kali
- Pernyataan tanggung jawab
- Riska Lewo; Vega Roosa Vione;Jeana Lydia Maramis
Abstrak
Diabetes Melitus Tipe II merupakan penyakit tidak menular yang disebabkan karena pankreas tidak dapat memproduksi insulin dengan baik sehingga menyebabkan kadar glukosa tinggi (Hiperglikemia). Penderita Diabetes Melitus Tipe II tidak terkontrol menyebabkan penurunan saliva (air liur), sehingga mulut menjadi kering. kayu manis merupakan tanaman herbal yang memiliki kandungan senyawa seperti kumarin, eugenol, dan katekin memiliki efek farmakologi seperti antiinflamasi, antidiabetic, dan antimikroba. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Efektivitas Rebusan Kayu Manis (Cinnamomum Burmanii) Terhadap Laju Aliran Saliva Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe II Di Wilayah Kerja Puskesmas Wori, Minahasa Utara, Sulawesi Utara. \r\nJenis penelitian ini adalah quasi experiment dengan rancangan one group pretest-posttest, penelitian ini dilaksanakan pada minggu ketiga bulan Juni 2026 di Wilayah Kerja Puskesmas Wori, Minahasa Utara, Sulawesi Utara. Jumlah populasi sebanyak 62 orang, dengan teknik pengambilan sampel yaitu Accidental Sampling berjumlah 38 orang. Pengumpulan data diperoleh dari hasil pemeriksaan laju aliran saliva, Format penilaian laju aliran saliva sebelum dan sesudah berkumur rebusan kayu manis. Analisa data menggunakan uji statistic non parametrik dengan uji Wilcoxon.\r\nHasil penelitian menunjukkan dari 38 responden yang diperiksa sebelum berkumur rebusan kayu manis paling banyak berada pada kriteria buruk: droplet muncul pada waktu >60 detik sebanyak 19 responden (47,4%), diikuti kriteria sedang: droplet muncul pada waktu 30-60 detik sebanyak 13 responden (42,1%), dan kriteria baik: droplet muncul pada waktu