Penerapan Taisho untuk Mencegah Penurunan Kemampuan Menelan pada Lansia di Dear Rest Kabe Asakita-Ku Hiroshima Jepang
- Tahun terbit
- 2026
- Jenis naskah
- Karya Tulis Ilmiah
- Bahasa
- Indonesia
- No. panggil
- KTI KEPERAWATAN 2026
- Penerbit
- Manado : Poltekkes Kemenkes Manado
- Deskripsi fisik
- xiv, 71 Hal : Ilustrasi ; 29cm
- Klasifikasi
- NONE
- Berkas dibaca
- 24 kali
- Dikutip
- 0 kali
- Pernyataan tanggung jawab
- Zefanya Christania Cheril Pangemanan; Maria Terok; Jean Henry Raule
Abstrak
Penurunan fungsi menelan (disfagia) merupakan masalah kesehatan serius pada lanjut usia (lansia) yang dapat memicu malnutrisi, dehidrasi, hingga pneumonia aspirasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan latihan Taisho (senam kesehatan khas Jepang) khusus area mulut dan tenggorokan dalam mencegah penurunan kemampuan menelan pada lansia di fasilitas perawatan Dear Rest Kabe, Asakita-ku, Hiroshima, Jepang. Metode penelitian menggunakan desain kuasi-eksperimen dengan pendekatan pre-post test pada kelompok lansia yang memenuhi kriteria inklusi. Intervensi latihan Taisho pelafalan dan pergerakan lidah dilakukan secara rutin tiga kali seminggu selama dua bulan. \\\\r\\\\nKemampuan menelan dievaluasi menggunakan instrumen Repetitive Saliva Swallowing Test (RSST) dan Volume swallow test. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada fungsi otot-otot artikulasi dan frekuensi menelan spontan setelah intervensi. Kesimpulannya, latihan Taisho mulut efektif memelihara kekuatan otot oral, menstimulasi refleks menelan, dan meminimalkan risiko tersedak pada lansia. Program ini direkomendasikan sebagai intervensi preventif harian yang aman dan murah di fasilitas pelayanan lansia.