Langsung ke konten
PUSTAKA Repositori Poltekkes Kemenkes Manado
Karya Tulis Ilmiah Akses terbatas 2026

Implementasi Nebulizer pada Pasien Pneumonia dengan Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif di Ruangan Yehezkiel Rumah Sakit Pancaran Kasih Manado

Tahun terbit
2026
Jenis naskah
Karya Tulis Ilmiah
Bahasa
Indonesia
No. panggil
KTI KEPERAWATAN 2026
Penerbit
Manado : Poltekkes Kemenkes Manado
Deskripsi fisik
xiii, 87 hlm : 29 cm
Klasifikasi
NONE
Berkas dibaca
20 kali
Dikutip
0 kali
Pernyataan tanggung jawab
Cheni Krisye Lantemona;Nurseha Djaafar; Kusmiyati.

Abstrak

Latar belakang : Pneumonia merupakan infeksi akut pada parenkim paru yang dapat menyebabkan peningkatan produksi sekret sehingga mengakibatkan masalah bersihan jalan napas tidak efektif. Kondisi tersebut ditandai dengan batuk tidak efektif, sputum berlebih dan sulit dikeluarkan, suara napas ronki, serta gangguan pernapasan. Salah satu tindakan yang dapat diberikan sesuai indikasi adalah terapi nebulizer yang bertujuan membantu mengencerkan sekret dan mempermudah pengeluaran sputum.Tujuan karya tulis ilmiah ini adalah mengimplementasikan terapi nebulizer pada pasien pneumonia dengan masalah keperawatan bersihan jalan napas tidak efektif di RSU GMIM Pancaran Kasih Manado.Metode : Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan studi kasus melalui proses asuhan keperawatan pada satu pasien di Ruangan Yehezkiel RSU GMIM Pancaran Kasih Manado. Hasil pengkajian pada Tn. H.T menunjukkan batuk berdahak dengan sputum berwarna kuning kehijauan dan konsistensi kental, sputum sulit dikeluarkan, batuk tidak efektif, produksi sputum meningkat, suara napas ronki, dan pasien tampak gelisah. Hasil : Setelah dilakukan implementasi terapi nebulizer selama tiga hari disertai manajemen jalan napas, pemantauan status pernapasan, pemantauan jumlah dan karakteristik sputum, posisi Fowler, anjuran asupan cairan, serta teknik batuk efektif. Hasil evaluasi menunjukkan adanya perkembangan positif, yaitu sputum semakin mudah dikeluarkan, batuk menjadi lebih efektif, produksi sputum menurun dan konsistensinya menjadi lebih encer, suara napas ronki berkurang, frekuensi napas membaik menjadi 19–20 kali/menit, dan SpO₂ meningkat hingga 98%. Kesimpulannya, implementasi terapi nebulizer yang disertai manajemen jalan napas dapat membantu mengatasi masalah bersihan jalan napas tidak efektif pada pasien pneumonia.Kata kunci: Pneumonia, Terapi Nebulizer, Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif

Berkas

Bagian terbatas dapat dibaca setelah masuk sebagai anggota.
Abstrak Akses terbuka · 1442_abstrak Baca
Bab 1 Akses terbuka · 1442_bab1 Baca
Bab 2 Khusus anggota · 1442_bab2 Masuk untuk membaca
Bab 3 Akses terbuka · 1442_bab3 Baca
Bab 4 Khusus anggota · 1442_bab4 Masuk untuk membaca
Bab 5 Akses terbuka · 1442_bab5 Baca
Lampiran Akses terbuka · 1442_lampiran Baca

Eksemplar fisik & reservasi

#
Poltekkes Kemenkes Manado Kampus A KTI KEPERAWATAN 2026
KTI KEPERAWATAN 2026-773-001
Tersedia

Komentar

Masuk untuk menulis komentar