Penerapan Terapi Kipas Genggam Terhadap Tingkat Dispnea Pada Pasien Penyakit Paru Obstruktif Kronis Dengan Mengggunakan Teori Katherine Kolcaba Di Instalasi Gawat Darurat Non Trauma RSUP PROF DR.R.D. Kandow Manado.
- Tahun terbit
- 2026
- Jenis naskah
- Karya Ilmiah Akhir Ners
- Bahasa
- Indonesia
- No. panggil
- KIA NERS 2026
- Penerbit
- Manado : Poltekkes Kemenkes Manado
- Deskripsi fisik
- xii, 125 Hal: Ilustrasi; 27 cm
- Klasifikasi
- NONE
- Berkas dibaca
- 23 kali
- Dikutip
- 0 kali
- Pernyataan tanggung jawab
- Guendelin Fabiola; Ni Luh Jayanthi Desyani ; Jon W. Tangka;
Abstrak
Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) ditandai dengan hambatan aliran udara persisten yang menimbulkan dispnea. Penatalaksanaan dapat dilakukan melalui intervensi penerapan terapi kipas genggam dapat menurunkan tingkat dispnea berbasis teori kenyamanan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran penerapan terapi kipas genggam dalam menurunkan tingkat dispnea pada pasien PPOK dengan pendekatan teori Katherine Kolcaba. \r\nJenis penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus menggunakan teori Katherine Kolcaba pada empat pasien PPOK dengan masalah pola napas tidak efektif di IGD Non-Trauma RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado. Intervensi berupa pengaliran udara kipas genggam ke wajah (hidung dan mulut) saat pasien sesak napas. Tingkat dispnea diukur menggunakan Visual Analogue Scale (VAS) sebelum dan sesudah intervensi. \r\nHasil pemberian terapi kipas genggam menunjukkan penurunan skor dispnea berdasarkan VAS pada seluruh pasien. Rerata skor VAS menurun dari 73,75 sebelum intervensi menjadi 51,25 setelah intervensi, dengan penurunan sebesar 22,5 poin. Kedua skor masih berada dalam kategori sesak napas sedang, tetapi menunjukkan perbaikan tingkat dispnea secara klinis. Kesimpulan: Terapi kipas genggam merupakan intervensi mandiri keperawatan yang efektif, aman, murah, dan mudah diterapkan untuk menurunkan dispnea pada pasien PPOK, serta mendukung peningkatan kualitas asuhan keperawatan berbasis teori kenyamanan