Latar Belakang: Prosedur melahirkan janin melalui irisan pada dinding perut atau dengan sectio caesarea merupakan proses pembedahan untuk mengeluarkan bayi dari rahim. Persalinan dengan irisan pada dinding perut mengakibatkan hormon bradikinin yang menurunkan ambang rasa nyeri sehingga pasien akan merasa nyeri maka diperlukan tindakan keperawatan dalam bentuk mobilisasi dini (Murliana, 2022). Menurut riskesdas pada tahun 2018 di provinsi Sulawesi Utara dengan metode persalianan sectio caesarea ...
Latar Belakang: Prosedur melahirkan janin melalui irisan pada dinding perut atau dengan sectio caesarea merupakan proses pembedahan untuk mengeluarkan bayi dari rahim. Persalinan dengan irisan pada dinding perut mengakibatkan hormon bradikinin yang menurunkan ambang rasa nyeri sehingga pasien akan merasa nyeri maka diperlukan tindakan keperawatan dalam bentuk mobilisasi dini (Murliana, 2022). Menurut riskesdas pada tahun 2018 di provinsi Sulawesi Utara dengan metode persalianan sectio caesarea pada usia 10-54 tahun mencapai 18,07%, Berdasarkan data survey awal, pada tanggal 01 Februari 2024 dari Rumah Sakit Umum GMIM Pancaran Kasih Manado terdapat 591 kasus ibu bersalin. Dan dengan metode persalinan sectio caesarea sebanyak 275 kasus sejak bulan Januari hingga bulan Desember 2023.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk melakukan implementasi mobilisasi dini untuk mengatasi masalah nyeri pada pasien post sectio caesarea di Paviliun Maria RSU GMIM Pancaran Kasih Manado.
Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan pendekatan dengan jenis penelitian studi kasus yang bersifat deksriptif pada klien dengan Post sectio caesarea di Paviliun Maria RSU GMIM Pancaran Kasih Manado
Hasil Penelitian: Setelah dilakukan Manjemen nyeri dengan mobilisasi dini dengan pendekatan intervensi keperawatan pada klien di dapati hasil bahwa proses Penurunan Nyeri secara signifikan dapat menurun dari skala 7 menjadi skala 4
Kesimpulan: Implementasi mobilisasi dini untuk mengatasi masalah nyeri pada pasien post sectio caesarea menimbulkan hasil yang baik dalam proses penurunan nyeri dari 7 menjadi 4.