Gambaran kadar interleukin 1 beta pada penderita diabetes melitus dengan dan tanpa hipertensi di rumah sakit umum siloam sonder kabupaten minahasa
- Tahun terbit
- 2026
- Jenis naskah
- Karya Tulis Ilmiah
- Bahasa
- Indonesia
- No. panggil
- KTI TLM 2026
- Penerbit
- Manado : Poltekkes Kemenkes Manado
- Deskripsi fisik
- xii, 53 hlm : ilustrasi ; 27 cm
- Klasifikasi
- NONE
- Berkas dibaca
- 26 kali
- Dikutip
- 0 kali
- Pernyataan tanggung jawab
- Novena Maria Benedikta Walangitan; Marjes Nitro Tumurang; Kevin Giovani Pascoal
Abstrak
ABSTRAK Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah akibat gangguan sekresi insulin, kerja insulin, atau keduanya. DM sering disertai hipertensi yang dapat memperburuk kondisi pasien melalui proses inflamasi kronis. Salah satu mediator inflamasi yang berperan penting adalah Interleukin-1 beta (IL-1β), yaitu sitokin proinflamasi yang berkontribusi terhadap resistensi insulin, kerusakan sel β pankreas, dan disfungsi vaskular. Peningkatan kadar IL-1β diketahui berhubungan dengan perkembangan komplikasi pada penderita DM, terutama bila disertai hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kadar Interleukin-1 beta pada penderita Diabetes Melitus dengan dan tanpa hipertensi di Rumah Sakit GMIM Siloam Sonder Kabupaten Minahasa. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang dilaksanakan pada bulan Januari–Mei 2026. Populasi penelitian berjumlah 225 penderita Diabetes Melitus, dengan sampel sebanyak 25 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Data karakteristik responden diperoleh melalui wawancara dan observasi, sedangkan pemeriksaan kadar IL-1β dilakukan menggunakan metode Enzyme-Linked Immunosorbent Assay (ELISA) pada sampel serum darah. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi serta persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki kadar IL-1β pada kategori inflamasi sedang sebanyak 20 orang (80%), kategori sedikit meningkat sebanyak 4 orang (16%), dan kategori normal sebanyak 1 orang (4%). Mayoritas responden berusia 56–78 tahun, berjenis kelamin perempuan, dan memiliki kadar gula darah 127–200 mg/dL. Disimpulkan bahwa sebagian besar penderita Diabetes Melitus dengan maupun tanpa hipertensi mengalami peningkatan kadar IL-1β yang mencerminkan adanya proses inflamasi kronis. Kadar IL-1β dapat digunakan sebagai indikator untuk menggambarkan status inflamasi pada penderita Diabetes Melitus.