Langsung ke konten
PUSTAKA Repositori Poltekkes Kemenkes Manado
Karya Tulis Ilmiah Akses terbatas 2026

Implementasi Slow Deep Breathing Untuk Manajemen Nyeri Pada Pasien Dispepsia Di Ruang IGD RSU GMIM Pancaran Kasih Manado

Tahun terbit
2026
Jenis naskah
Karya Tulis Ilmiah
Bahasa
Indonesia
No. panggil
KTI KEPERAWATAN 2026
Penerbit
Manado : Poltekkes Kemenkes Manado
Deskripsi fisik
xiii, 83 Hal : Ilustrasi ; 27 cm
Klasifikasi
NONE
Berkas dibaca
19 kali
Dikutip
0 kali
Pernyataan tanggung jawab
Karunia Eklesia Wawointana; Lilis Puspadariani; Ni Luh Jayanthi Desyani

Abstrak

Dispepsia merupakan kumpulan gejala gangguan saluran pencernaan bagian atas yang sering ditandai dengan nyeri atau rasa tidak nyaman pada daerah epigastrium (ulu hati). Nyeri yang dialami pasien dispepsia dapat mengganggu kenyamanan, aktivitas, dan kualitas hidup pasien sehingga memerlukan penanganan yang tepat. Selain terapi farmakologis, teknik nonfarmakologis seperti Slow Deep Breathing dapat digunakan sebagai upaya untuk membantu menurunkan intensitas nyeri.\r\nTujuan studi kasus ini adalah untuk menggambarkan penerapan Slow Deep Breathing dalam manajemen nyeri pada pasien dispepsia di ruang IGD RSU GMIM Pancaran Kasih Manado. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada satu pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, serta dokumentasi rekam medis. Tingkat nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) sebelum dan sesudah intervensi.\r\nHasil pengkajian menunjukkan bahwa pasien Nn. D, usia 23 tahun, mengeluh nyeri ulu hati dengan skala nyeri 6 (nyeri sedang), nyeri bersifat hilang timbul selama kurang lebih 15 menit, dan dipicu oleh keterlambatan makan serta konsumsi makanan pedas. Diagnosis keperawatan yang ditegakkan adalah Nyeri Akut berhubungan dengan agen pencedera fisiologis. Intervensi yang diberikan berupa penerapan teknik Slow Deep Breathing selama 15 menit sebanyak dua kali dalam rentang waktu 6 jam. Setelah dilakukan intervensi, terjadi penurunan intensitas nyeri dari skala 6 menjadi skala 3. Pasien tampak lebih rileks, ekspresi meringis berkurang, dan kondisi umum membaik.

Berkas

Bagian terbatas dapat dibaca setelah masuk sebagai anggota.
Abstrak Akses terbuka · 1380_abstrak Baca
Bab 1 Akses terbuka · 1380_bab1 Baca
Bab 2 Khusus anggota · 1380_bab2 Masuk untuk membaca
Bab 3 Akses terbuka · 1380_bab3 Baca
Bab 4 Khusus anggota · 1380_bab4 Masuk untuk membaca
Bab 5 Akses terbuka · 1380_bab5 Baca
Lampiran Akses terbuka · 1380_lampiran Baca

Eksemplar fisik & reservasi

#
Poltekkes Kemenkes Manado Kampus A KTI KEPERAWATAN 2026
KTI KEPERAWATAN 2026-750-001
Tersedia

Komentar

Masuk untuk menulis komentar