Stroke iskemik adalah gangguan neurologis akibat sumbatan aliran darah ke otak yang sering menyebabkan gangguan menelan (disfagia) yang meningkatkan resiko defisit nutrisi. Kondisi ini dapat memperlambat proses pemulihan dan menurunkan kualitas hidup pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi manajemen nutrisi pada pasien pasca stroke iskemik di RSU GMIM Pancaran Kasih Manado serta mengevaluasi efektivitas intervensi keperawatan dalam meningkatkan status nutrisi pasien. Metode yang ...
Stroke iskemik adalah gangguan neurologis akibat sumbatan aliran darah ke otak yang sering menyebabkan gangguan menelan (disfagia) yang meningkatkan resiko defisit nutrisi. Kondisi ini dapat memperlambat proses pemulihan dan menurunkan kualitas hidup pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi manajemen nutrisi pada pasien pasca stroke iskemik di RSU GMIM Pancaran Kasih Manado serta mengevaluasi efektivitas intervensi keperawatan dalam meningkatkan status nutrisi pasien. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif dalam bentuk studi kasus terhadap satu pasien pasca stroke iskemik dengan pendekatan Asuhan keperawatan dilakukan dalam lima tahap: pengkajian, diagnosa, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Hasil studi kasus didapat Diagnosa keperawatan yaitu D.0019 Defisit Nutrisi berhubungan dengan ketidakmampuan menelan, ditandai dengan penurunan berat badan lebih dari 10%, nafsu makan menurun, dan porsi makan tidak dihabiskan. Intervensi dilakukan berdasarkan SIKI Manajemen Nutrisi (I.03119), yang mencakup observasi status nutrisi, pemantauan asupan makanan dan, pengaturan diet rendah garam yang disesuaikan dengan kebutuhan, edukasi mengenai nutrisi yang tepat pasca stroke iskemik, serta kolaborasi dengan ahli gizi. Implementasi dilakukan selama tiga hari berturut-turut. Evaluasi menunjukkan adanya peningkatan porsi makan, peningkatan nafsu makan, serta pemahaman pasien terhadap pola makan sehat, dengan skor kuesioner edukasi mencapai lebih dari 90%. Berat badan pasien juga mulai menunjukkan stabilisasi. Kesimpulan: manajemen nutrisi yang dilakukan secara terencana, bertahap, edukatif, dan kolaboratif yang disesuaikan dengan kebutuhan pasien terbukti dapat memperbaiki status nutrisi pada pasien pasca stroke iskemik. Saran: intervensi nutrisi perlu menjadi bagian penting dari pelayanan keperawatan dan didukung oleh keluarga serta tim medis