Penerapan Terapi Inhalasi Nebulizer Pada Anak Dengan Bronkopneumonia Dalam Mengatasi Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif Di RSU GMIM Pancaran Kasih Manado.
- Tahun terbit
- 2026
- Jenis naskah
- Karya Tulis Ilmiah
- Bahasa
- Indonesia
- No. panggil
- KTI KEPERAWATAN 2026
- Penerbit
- Manado : Poltekkes Kemenkes Manado
- Deskripsi fisik
- xiv, 122 hlm : ilustrasi ; 27cm
- Klasifikasi
- NONE
- Berkas dibaca
- 23 kali
- Dikutip
- 0 kali
- Pernyataan tanggung jawab
- Siti Rasi Nur Arsy Sambayang ; Djoni Ransun ; Getruida Banon Hermina Alow
Abstrak
Bronkopneumonia merupakan infeksi saluran pernapasan bawah yang sering terjadi pada balita dan dapat menyebabkan masalah bersihan jalan napas tidak efektif akibat akumulasi sekret atau sputum. Terapi inhalasi nebulizer merupakan penatalaksanaan kolaboratif yang digunakan untuk membantu mengencerkan sekret dan melonggarkan jalan napas. Penelitian ini bertujuan menggambarkan pelaksanaan asuhan keperawatan melalui penerapan terapi inhalasi nebulizer dalam mengatasi bersihan jalan napas tidak efektif pada anak dengan bronkopneumonia di RSU GMIM Pancaran Kasih Manado.\r\nPenelitian ini menggunakan rancangan studi kasus deskriptif dengan pendekatan asuhan keperawatan meliputi pengkajian, diagnosis, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian adalah satu pasien anak (An. M.U) berusia 3 tahun dengan diagnosis medis bronkopneumonia dan masalah bersihan jalan napas tidak efektif. Terapi nebulizer menggunakan Budesonide 1 ml + NaCl 0,9% 2 ml diberikan secara kolaboratif selama 3 hari berturut-turut di Paviliun Ester RSU GMIM Pancaran Kasih Manado pada Juni 2026.\r\nHasil menunjukkan perbaikan bersihan jalan napas. Hari ke-1, RR menurun dari 42 menjadi 38 x/menit dan SpO₂ meningkat dari 90% menjadi 93%. Hari ke-2, RR menurun dari 37 menjadi 35 x/menit dan SpO₂ meningkat dari 94% menjadi 96%. Hari ke-3, RR menurun dari 34 menjadi 30 x/menit dan SpO₂ meningkat dari 96% menjadi 98%. Sputum, dispnea, dan ronki juga berkurang bertahap. Rata-rata RR sebelum dan sesudah terapi masing-masing 37,67 dan 34,33 x/menit, sedangkan SpO₂ 93,33% dan 95,67%. Penerapan terapi inhalasi nebulizer selama 3 hari efektif dalam mengatasi bersihan jalan napas pada anak dengan bronkopneumonia, ditandai dengan perbaikan frekuensi napas, SpO₂, sputum, dispnea, dan bunyi napas selama proses asuhan keperawatan secara berkelanjutan.