Pengaruh Senam Kaki Terhadap Kadar Gula Darah Pada Ibu Hamil Trimester II Dan III Di Rsup Ratatotok Buyat Kabupaten Minahasa Tenggara
- Tahun terbit
- 2026
- Jenis naskah
- Karya Tulis Ilmiah
- Bahasa
- Indonesia
- No. panggil
- SKR KEBIDANAN 2026
- Penerbit
- Manado : Poltekkes Kemenkes Manado
- Deskripsi fisik
- xii, 72 hlm : ilustrasi ; 27 cm
- Klasifikasi
- NONE
- Berkas dibaca
- 14 kali
- Dikutip
- 0 kali
- Pernyataan tanggung jawab
- A. Evayulianty; Freike S.N Lumy; Amelian Donsu
Abstrak
Diabetes Melitus Gestasional (DMG) merupakan komplikasi kehamilan yang dapat meningkatkan risiko makrosomia, preeklamsia, persalinan caesar, serta komplikasi maternal dan neonatal. Senam kaki merupakan intervensi non-farmakologis sederhana yang dapat membantu menurunkan kadar gula darah melalui peningkatan sirkulasi darah dan penggunaan glukosa oleh otot.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh senam kaki terhadap kadar gula darah pada ibu hamil trimester II dan III di RSUP Ratatotok Buyat, Kabupaten Minahasa Tenggara.\r\nPenelitian menggunakan desain quasi eksperiment dengan nonequivalent control group pretest-posttest design. Sampel berjumlah 40 ibu hamil (20 intervensi dan 20 kontrol) yang dipilih secara purposive sampling. Kelompok intervensi melakukan senam kaki selama 14 hari, sedangkan kelompok kontrol mendapat edukasi kesehatan terkait Diabetes Melitus Gestssional. Pengukuran kadar gula darah dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan glukometer. Analisis data menggunakan Paired Sample t-test dan Independent t-test dengan taraf signifikansi α=0,05.\r\nHasil penelitian menunjukkan rata-rata kadar gula darah kelompok intervensi turun dari 111,20 mg/dL menjadi 88,15 mg/dL (p=0,000) dibandingkan dengan kelompok kontrol tidak terjadi penurunan bermakna (108,05 mg/dL menjadi 109,80 mg/dL, p=0,283). Terdapat perbedaan signifikan antara kedua kelompok setelah intervensi (p=0,000).Kesimpulan: Senam kaki berpengaruh signifikan terhadap penurunan kadar gula darah pada ibu hamil trimester II dan III. Senam kaki dapat dijadikan intervensi mandiri yang efektif dan aman dalam mengelola DMG.