Efektivitas Kombinasi Kompres Hangat Dan Aromaterapi Lavender Terhadap Nyeri Persalinan Kala I Di Puskesmas Bahu Kota Manado
- Tahun terbit
- 2026
- Jenis naskah
- Skripsi
- No. panggil
- SKR KEBIDANAN 2026
- Penerbit
- Manado : Poltekkes Kemenkes Manado
- Deskripsi fisik
- xi, 96 hlm : ilustrasi ; 27 cm
- Berkas dibaca
- 25 kali
- Dikutip
- 0 kali
- Pernyataan tanggung jawab
- Nadia Rosanti Wado; Yulien Adam; Wahyuni
Abstrak
Nyeri persalinan kala I fase aktif merupakan proses fisiologis akibat kontraksi uterus dan dilatasi serviks. Nyeri yang tidak ditangani dengan baik berpotensi memicu kecemasan hingga komplikasi persalinan. Manajemen non-farmakologis seperti kombinasi kompres hangat dan aromaterapi lavender menjadi alternatif yang aman, terjangkau, dan efektif untuk meningkatkan kenyamanan ibu bersalin. \r\nPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas kombinasi kompres hangat dan aromaterapi lavender terhadap penurunan tingkat nyeri persalinan kala I fase aktif. Metode: Penelitian ini menggunakan desain eksperimen semu (quasi-experimental) dengan rancangan one group pretest-posttest design. Sampel terdiri dari 31 responden ibu bersalin kala I yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Intervensi kombinasi kompres hangat dan aromaterapi lavender diberikan selama 30 menit. Pengukuran skala nyeri dilakukan sebelum (pretest) dan sesudah (posttest) intervensi menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) 0–10. Analisis bivariat diuji menggunakan Wilcoxon Signed-Rank Test. \r\nHasil penelitian menunjukkan sebelum intervensi, responden mengalami nyeri skala tinggi. Setelah pemberian intervensi (posttest), rata-rata skala nyeri mengalami penurunan signifikan sebesar 3,19 poin menjadi 3,94 (kategori nyeri sedang/ringan, SD = 1,315). Hasil uji statistik Wilcoxon menunjukkan nilai Z = -4,907 dan p-value = 0,000 (p < 0,05), di mana seluruh responden (100%) mengalami penurunan skala nyeri setelah intervensi. Kesimpulan: Pemberian kombinasi kompres hangat dan aromaterapi lavender terbukti efektif secara signifikan dalam menurunkan tingkat nyeri persalinan kala I fase aktif. Intervensi ini dapat direkomendasikan sebagai salah satu terapi non-farmakologis standar dalam asuhan kebidanan untuk penanganan nyeri persalinan.