Asuhan Keperawatan Keluarga Dengan Penerapan Terapi Jus Tomat Untuk Menurunkan Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi Di Kecamatan Matuari Kelurahan Sagerat Wilaya Kerja Puskesmas Sagerat
- Tahun terbit
- 2026
- Jenis naskah
- Karya Tulis Ilmiah
- Bahasa
- Indonesia
- No. panggil
- KTI KEPERAWATAN 2026
- Penerbit
- Manado : Poltekkes Kemenkes Manado
- Deskripsi fisik
- xiii, 142 hlm : ilustrasi ; 1,55 cm
- Klasifikasi
- NONE
- Berkas dibaca
- 11 kali
- Dikutip
- 0 kali
- Pernyataan tanggung jawab
- Alfa Biodivan Miracle Turang; Yanni Karundeng; Hendrik H. Damping
Abstrak
Alfa Biodivan Miracle Turang. Asuhan Keperawatan Keluarga dengan Penerapan Terapi Jus Tomat untuk Menurunkan Tekanan Darah pada Penderita Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Sagerat. Dibimbing oleh Yanni Karundeng SKM, M.Kes, dan Hendrik Herman Damping S.Pd, M.Pd\r\nABSTRAK\r\nLatar Belakang: Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat karena prevalensinya terus meningkat dan dapat menyebabkan komplikasi serius seperti penyakit jantung, stroke, dan gagal ginjal. Selain terapi farmakologis, terapi nonfarmakologis seperti pemberian jus tomat dapat digunakan sebagai terapi pendamping untuk membantu menurunkan tekanan darah. Kandungan kalium, likopen, vitamin C, dan antioksidan pada tomat diketahui berperan dalam menjaga fungsi pembuluh darah dan membantu mengendalikan tekanan darah. Tujuan: Mendeskripsikan pelaksanaan asuhan keperawatan keluarga dengan penerapan terapi jus tomat untuk menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Sagerat. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus terhadap dua responden penderita hipertensi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, studi dokumentasi, dan pemeriksaan fisik. Proses asuhan keperawatan meliputi pengkajian, penetapan diagnosis keperawatan, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Terapi jus tomat diberikan sebanyak ±200 ml sekali sehari selama tujuh hari dengan pemantauan tekanan darah sebelum dan sesudah intervensi. Hasil: Hasil studi menunjukkan bahwa kedua responden mengalami penurunan tekanan darah setelah pemberian terapi jus tomat selama tujuh hari. Selain itu, terjadi peningkatan pengetahuan keluarga mengenai hipertensi serta kemampuan keluarga dalam merawat anggota keluarga yang menderita hipertensi. Diagnosis keperawatan yang ditegakkan yaitu Defisit Pengetahuan (D.0111) dan Manajemen Kesehatan Keluarga Tidak Efektif (D.0115). Penerapan terapi jus tomat sebagai terapi komplementer yang dipadukan dengan edukasi kesehatan memberikan hasil yang positif dalam membantu mengendalikan tekanan darah. Kesimpulan: Penerapan terapi jus tomat sebagai bagian dari asuhan keperawatan keluarga dapat membantu menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi serta meningkatkan kemampuan keluarga dalam mengelola penyakit. Terapi jus tomat dapat dijadikan sebagai alternatif terapi nonfarmakologis yang aman, mudah, dan ekonomis dalam mendukung pengendalian hipertensi di masyarakat.\r\n\r\nKata kunci: Asuhan Keperawatan Keluarga, Hipertensi, Terapi Jus Tomat, Tekanan Darah, Terapi Nonfarmakologis.