Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah akibat gangguan produksi atau fungsi insulin. Ketidakstabilan kadar glukosa darah menjadi tantangan utama karena dapat meningkatkan risiko komplikasi akut dan kronis. Salah satu intervensi penting untuk mengendalikan kondisi ini adalah edukasi diet yang terstruktur dan berkelanjutan.Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan edukasi diet dalam mengendalikan ketidakstabilan ka...
Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah akibat gangguan produksi atau fungsi insulin. Ketidakstabilan kadar glukosa darah menjadi tantangan utama karena dapat meningkatkan risiko komplikasi akut dan kronis. Salah satu intervensi penting untuk mengendalikan kondisi ini adalah edukasi diet yang terstruktur dan berkelanjutan.Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan edukasi diet dalam mengendalikan ketidakstabilan kadar glukosa darah pada Pasien DM yang menjalani perawatan di RSU GMIM Pancaran Kasih Manado. Metode studi kasus deskriptif dengan subjek seorang Pasien perempuan berusia 52 tahun yang mengalami hiperglikemia (GDS 224 mg/dL) dan memiliki pemahaman rendah tentang diet diabetes. Intervensi yang diberikan mengikuti Standar Operasional Prosedur (SOP) dan Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI), mencakup identifikasi pola makan, pemberian penyuluhan, pemantauan, serta kolaborasi dengan ahli gizi. Evaluasi dilakukan melalui pendekatan SOAP dan Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI). Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan Pasien mengenai makanan yang diperbolehkan dan tidak diperbolehkan, serta perubahan sikap positif dalam memilih makanan. Edukasi diet dapat membantu dalam menstabilkan kadar glukosa darah dan meningkatkan kualitas hidup Pasien.Kesimpulannya, pelaksanaan edukasi diet dapat mengendalikan ketidakstabilan kadar glukosa darah pada Pasien Diabetes Melitus