Pengaruh Kombinasi Pijat Oksitosin Dan Terapi Musik Klasik Beethoven Terhadap Produksi Asi Pada Ibu Nifas Di Puskesmas Tandengan Kabupaten Minahasa
- Tahun terbit
- 2026
- Jenis naskah
- Skripsi
- Bahasa
- Indonesia
- No. panggil
- SKR KEBIDANAN 2026
- Penerbit
- Manado : Poltekkes Kemenkes Manado
- Deskripsi fisik
- xii, 80 hlmn : ilustrasi : 27 cm
- Klasifikasi
- NONE
- Berkas dibaca
- 21 kali
- Dikutip
- 0 kali
- Pernyataan tanggung jawab
- Meike Tangkowit; Sjenny Olga Tuju; Freike S.N Lumy
Abstrak
Produksi Air Susu Ibu (ASI) yang belum optimal pada masa nifas merupakan salah satu faktor yang dapat menghambat keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Faktor seperti rendahnya pelepasan hormon oksitosin, kelelahan, stres, dan kecemasan dapat memengaruhi produksi dan pengeluaran ASI. Berdasarkan laporan KIA Puskesmas Tandengan, pada tahun 2024 terdapat 74 ibu nifas yang melakukan kunjungan nifas, dengan 42 ibu (56,7%) menyusui bayinya secara aktif. Pada tahun 2025 terdapat 89 ibu nifas, dengan 43 ibu (48,31%) menyusui bayinya secara aktif. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya upaya untuk mendukung kelancaran produksi dan pengeluaran ASI. Kombinasi pijat oksitosin dan terapi musik klasik Beethoven merupakan intervensi nonfarmakologis yang dapat memberikan stimulasi oksitosin dan efek relaksasi pada ibu nifas. \r\nTujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh kombinasi pijat oksitosin dan terapi musik klasik Beethoven terhadap produksi ASI pada ibu nifas di Puskesmas Tandengan Kabupaten Minahasa.\r\nPenelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan one group pretest-posttest design. Sampel berjumlah 33 ibu nifas yang dipilih menggunakan teknik total sampling sesuai kriteria inklusi. Intervensi berupa kombinasi pijat oksitosin selama ±15 menit dan terapi musik klasik Beethoven diberikan 1 kali sehari selama 3 hari. \r\nHasil uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan nilai Z = -5,025 dengan p-value = 0,000 (p