Pengaruh Relaksasi Autogenik Terhadap Tingkat Kecemasan Dan Tekanan Darah Serta Heart Rate Pada Lansia Penderita Hipertensi Di Puskesmas Taratara Kota Tomohon
- Tahun terbit
- 2026
- Jenis naskah
- Skripsi
- Bahasa
- Indonesia
- No. panggil
- SKR KEPERAWATAN 2026
- Penerbit
- Manado : Poltekkes Kemenkes Manado
- Deskripsi fisik
- xii, 99 hlm : ilustrasi ; 27 cm
- Klasifikasi
- NONE
- Berkas dibaca
- 23 kali
- Dikutip
- 0 kali
- Pernyataan tanggung jawab
- Yonatan Niels Enrico Runtuwene; Jon W. Tangka; Rolly Rondonuwu
Abstrak
Latar Belakang: Hipertensi merupakan kondisi kronis yang umum terjadi pada lansia dan seringkali disertai dengan kecemasan. Kecemasan yang tidak tertangani dapat mengaktivasi sistem saraf simpatis, yang berdampak pada peningkatan tekanan darah dan denyut jantung. Relaksasi autogenik merupakan salah satu terapi nonfarmakologis yang potensial untuk mengatasi kondisi tersebut. Tujuan: menganalisis pengaruh relaksasi autogenik terhadap tingkat kecemasan, tekanan darah sistolik, tekanan darah diastolik, dan denyut jantung pada lansia penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Taratara Kota Tomohon. Metode: penelitian ini menggunakan pre-experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Sampel berjumlah 36 responden yang diperoleh melalui teknik probability sampling dengan metode simple random sampling. Tingkat kecemasan diukur menggunakan Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS), tekanan darah dan denyut jantung diukur menggunakan sfigmomanometer digital. Intervensi relaksasi autogenik diberikan selama empat minggu dengan frekuensi empat kali per minggu. Analisis data dilakukan dengan uji Wilcoxon Signed Rank Test dan Paired Sample T-Test pada tingkat kemaknaan α=0,05. Hasil: Menunjukkan rata-rata tingkat kecemasan menurun dari kecemasan ringan (skor hars 18,97) menjadi tidak ada kecemasan (skor hars 10,22); tekanan darah sistolik menurun dari 137,31 mmHg menjadi 132,11 mmHg; tekanan darah diastolik menurun dari 82,97 mmHg menjadi 78,92 mmHg; dan denyut jantung menurun dari 79,47 kali/menit menjadi 75,58 kali/menit. Hasil uji statistik memperoleh nilai p-value < 0,001 pada seluruh variabel, yang mengindikasikan adanya pengaruh yang signifikan. Simpulan: Relaksasi autogenik efektif sebagai terapi nonfarmakologis dalam membantu mengontrol kondisi psikologis (kecemasan) dan fisiologis (tekanan darah serta denyut jantung) pada lansia penderita hipertensi.