Langsung ke konten
PUSTAKA Repositori Poltekkes Kemenkes Manado
Karya Tulis Ilmiah Akses terbuka 2026

Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Akar Bandotan (Ageratum conyzoides L.) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus

Tahun terbit
2026
Jenis naskah
Karya Tulis Ilmiah
No. panggil
KTI FARMASI 2026
Penerbit
Manado : Poltekkes Kemenkes Manado
Deskripsi fisik
xii, 41 hlm : ilustrasi : 27 cm
Berkas dibaca
12 kali
Dikutip
0 kali
Pernyataan tanggung jawab
Regina Caeli Tambunan; Juliet Tangka; Selfie P.J. Ulaen

Abstrak

Penyakit infeksi masih menjadi masalah kesehatan yang terus meningkat dan banyak disebabkan oleh bakteri, salah satunya Staphylococcus aureus, yang dapat menyebabkan berbagai infeksi, mulai dari infeksi kulit hingga saluran pernapasan bagian atas. Penggunaan antibiotik yang tidak rasional telah meningkatkan resiko resistensi antibiotik, sehingga diperlukan alternatif pengobatan dari bahan alam. Salah satu tanaman yang berpotensi sebagai antibakteri adalah akar bandotan (Ageratum conyzoides L.) karena mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, alkaloid, dan terpenoid. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak akar bandotan terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Jenis penelitian ini adalah deskriptif. Sampel yang digunakan berupa akar Bandotan yang diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 70% . Pengujian aktivitas antibakteri akar Bandotan dengan konsentrasi 5%, 10% dan 20% menggunakan metode difusi cakram. Clindamycin digunakan sebagai kontrol positif, sedangkan Na-CMC sebagai kontol negatif. Efek antibakteri ditunjukkan dengan adanya zona bening disekitar kertas cakram yang diamati selama 1 x 24 jam dinkubasi pada suhu 37°C. Kemudian data penelitian dianalisa secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi 5% ekstrak akar Bandotan tidak menunjukkan aktivitas, sedang pada konsentrasi 10% dan 20% menghasilkan rata-rata diameter zona hambat masing-masing sebesar 6,79 mm dan 7,75 mm yang termasuk dalam kategori sedang. Kontrol positif Clindamycin menghasilkan rata-rata zona bening sebesar 20,4 mm, kontrol negatif Na-CMC 0,5 % tidak menunjukkan aktivitas antibakteri.Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol akar bandotan (Ageratum conyzoides L.) memiliki aktivitas antibakteri terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus, dan peningkatan konsentrasi ekstrak cenderung meningkatkan diameter zona hambat yang terbentuk.

Berkas

Abstrak Akses terbuka · 1273_abstrak Baca
Bab 1 Akses terbuka · 1273_bab1 Baca
Bab 2 Akses terbuka · 1273_bab2 Baca
Bab 3 Akses terbuka · 1273_bab3 Baca
Bab 4 Akses terbuka · 1273_bab4 Baca
Bab 5 Akses terbuka · 1273_bab5 Baca
Lampiran Akses terbuka · 1273_lampiran Baca

Eksemplar fisik & reservasi

#
Poltekkes Kemenkes Manado Kampus C KTI FARMASI 2026
KTI FARMASI 2026-727-001
Tersedia

Komentar

Masuk untuk menulis komentar