Implementasi Kompres Dingin pada Daerah Perineum terhadap Penurunan Nyeri Luka Episiotomi pada Ibu Postpartum di RSU GMIM Pancaran Kasih Manado
- Tahun terbit
- 2026
- Jenis naskah
- Karya Tulis Ilmiah
- Bahasa
- Indonesia
- No. panggil
- KTI KEPERAWATAN 2026
- Penerbit
- Manado : Poltekkes Kemenkes Manado
- Deskripsi fisik
- xv, 81 hlm: ilustrasi ; 27 cm
- Klasifikasi
- NONE
- Berkas dibaca
- 19 kali
- Dikutip
- 0 kali
- Pernyataan tanggung jawab
- Kezia Priskila Poli; Anita Lontaan; Lidya A. A. Pantouw
Abstrak
Nyeri luka episiotomi merupakan salah satu keluhan yang sering dialami ibu postpartum normal akibat tindakan insisi pada daerah perineum yang dilakukan untuk memperlancar proses persalinan, nyeri luka episiotomi dapat mengganggu kenyamanan, mobilisasi, istirahat, merawat bayi, serta memperlambat pemulihan ibu pada masa nifas. Salah satu intervensi keperawatan nonfarmakologis yang dapat dilakukan untuk menurunkan nyeri luka episiotomi adalah kompres dingin daerah perineum. Melakukan tindakan kompres dingin daerah perineum terhadap penurunan nyeri luka episiotomi ibu postpartum di Paviliun Rut RSU GMIM Pancaran Kasih Manado. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada satu ibu postpartum dengan luka episiotomi. Pengumpulan data ini dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dokumentasi, serta penilaian skala nyeri menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) sebelum dan sesudah dilakukan implementasi kompres dingin daerah perineum sesuai Standar Operasional Prosedur (NRS). Setelah dilakukan implementasi kompres dingin daerah perineum selama 3 hari pagi dan sore, setiap tindakan durasinya 10-15 menit, didapati intensitas nyeri luka episiotomi pada ibu mengalami penurunan secara bertahap, yakni dari skala 7 menjadi skala 2 berdasarkan penilaian skala nyeri Numeric Rating Scale (NRS), sehingga ibu merasa lebih nyaman, dan mampu beraktivitas dengan baik. Implementasi kompres dingin daerah perineum dapat membantu menurunkan intensitas nyeri luka episiotomi pada ibu postpartum sehingga dapat dijadikan salah satu intervensi yang sederhana, aman, dan efektif dalam menurunkan intensitas nyeri dan mendukung proses pemulihan ibu pada masa nifas.