Penerapan Evidence Based Nursing Posisi Head Of Bed 30–45° dengan Pendekatan Teori Dorothea Orem terhadap Pencegahan Ventilator Associated Pneumonia (VAP) pada Pasien Gagal Napas On Ventilator di Ruangan Intensive Care Unit (ICU) RSUP.Prof.Dr.R.D. Kandou
- Tahun terbit
- 2026
- Jenis naskah
- Karya Ilmiah Akhir Ners
- Bahasa
- Indonesia
- No. panggil
- KIA Ners 2026
- Penerbit
- Manado : Poltekkes Kemenkes Manado
- Deskripsi fisik
- xi, 122 hlm : ilustrasi ; 27 cm
- Klasifikasi
- NONE
- Berkas dibaca
- 18 kali
- Dikutip
- 0 kali
- Pernyataan tanggung jawab
- Derliana Yermias, Joice M. Laoh, Maykel A. Kiling
Abstrak
Ventilator-Associated Pneumonia (VAP) merupakan salah satu infeksi nosokomial yang paling sering terjadi di Intensive Care Unit (ICU) pada pasien dengan ventilator mekanik, dan berkontribusi terhadap peningkatan morbiditas, mortalitas, serta lama rawat inap. Penelitian ini bertujuan membuktikan efektivitas penerapan Evidence Based Nursing (EBN) posisi Head of Bed 30–45° dengan pendekatan teori Self-Care Deficit Dorothea Orem dalam pencegahan VAP pada pasien gagal napas yang terpasang ventilator di ICU RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Metode penelitian menggunakan desain deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Populasi adalah pasien gagal napas yang menggunakan ventilator mekanik, dengan sampel ditentukan berdasarkan kriteria inklusi. Data dikumpulkan melalui observasi klinis, pengkajian keperawatan, serta evaluasi skor Clinical Pulmonary Infection Score (CPIS) sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan posisi Head of Bed 30–45° secara konsisten menurunkan skor CPIS, mengurangi risiko aspirasi sekret orofaring maupun isi lambung, serta meningkatkan kenyamanan pasien. Penerapan intervensi ini sejalan dengan sistem keperawatan Wholly Compensatory menurut Orem, di mana perawat berperan penuh dalam memenuhi kebutuhan self-care pasien yang mengalami ketergantungan total akibat gagal napas. Kesimpulan dari penelitian ini Posisi Head of Bed 30–45° terbukti efektif sebagai intervensi keperawatan berbasis bukti dalam pencegahan VAP pada pasien dengan ventilator mekanik. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan praktik keperawatan kritis berbasis teori dan mendukung peningkatan mutu pelayanan di ICU.