Penerapan Terapi Relaksasi Benson untuk Menurunkan Kadar Gula Darah dalam Asuhan Keperawatan Keluarga dengan Diabetes Melitus Tipe II di WIlayah Kerja Puskesmas Minanga, Kota Manado
- Tahun terbit
- 2026
- Jenis naskah
- Karya Tulis Ilmiah
- Bahasa
- Indonesia
- No. panggil
- KTI KEPERAWATAN 2026
- Penerbit
- Manado : Poltekkes Kemenkes Manado
- Deskripsi fisik
- xvi, 196 hlm : ilustrasi; 29 cm
- Klasifikasi
- NONE
- Berkas dibaca
- 22 kali
- Dikutip
- 0 kali
- Pernyataan tanggung jawab
- Syaloom Keintjem; Lorrien Grace Runtu; Djoni Ransun
Abstrak
Latar Belakang: Diabetes Melitus (DM) Tipe II merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan hiperglikemia akibat resistensi insulin, di mana faktor stres dan kecemasan turut memicu ketidakstabilan kadar glukosa darah. Selain terapi farmakologis, diperlukan intervensi nonfarmakologis pendamping seperti Terapi Relaksasi Benson yang menggabungkan teknik pernapasan dalam dan unsur spiritual untuk menekan hormon stres (kortisol). Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan Terapi Relaksasi Benson dalam menurunkan kadar gula darah pada asuhan keperawatan keluarga dengan DM Tipe II di wilayah kerja Puskesmas Minanga Kota Manado. Metode: Penelitian deskriptif dengan rancangan studi kasus ini menggunakan pendekatan proses asuhan keperawatan keluarga (pengkajian, diagnosis, perencanaan, implementasi, dan evaluasi) pada dua keluarga dengan anggota penderita DM Tipe II (Ny. N dan Ny. A). Intervensi diberikan selama 10–15 menit, dua kali sehari (pagi dan sore) selama tiga hari berturut-turut. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan pengukuran kadar glukosa darah kapiler sebelum dan sesudah terapi. Hasil: Setelah dilakukan enam sesi intervensi, terjadi penurunan kadar gula darah yang bermakna secara klinis pada kedua subjek. Kadar Gula Darah Puasa (GDP) Ny. N turun dari 132 mg/dL menjadi 112 mg/dL dan Gula Darah Sewaktu (GDS) sore turun dari 218 mg/dL menjadi 190 mg/dL. Pada Ny. A, GDP turun dari 148 mg/dL menjadi 118 mg/dL dan GDS sore turun dari 224 mg/dL menjadi 198 mg/dL. Kedua subjek dilaporkan lebih tenang, rileks, serta mengalami penurunan kecemasan dan kelelahan. Kesimpulan: Terapi Relaksasi Benson efektif dalam menurunkan kadar gula darah dan memberikan efek relaksasi psikologis. Terapi ini sangat potensial dijadikan intervensi komplementer mandiri yang praktis bagi keluarga dalam penatalaksanaan DM Tipe II di rumah