Peningkatan jumlah lansia di Indonesia seiring meningkatnya angka harapan hidup membawa dampak pada meningkatnya kasus penyakit degeneratif, salah satunya hipertensi. Hipertensi merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada lansia. Salah satu alternatif penanganan non-farmakologis adalah dengan menggunakan teknik relaksasi otot progresif dengan metode relaksasi yang mengombinasikan kontraksi dan pelemasan otot secara sistematis untuk menurunkan ketegangan fisik dan psikis. Penelitian i...
Peningkatan jumlah lansia di Indonesia seiring meningkatnya angka harapan hidup membawa dampak pada meningkatnya kasus penyakit degeneratif, salah satunya hipertensi. Hipertensi merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada lansia. Salah satu alternatif penanganan non-farmakologis adalah dengan menggunakan teknik relaksasi otot progresif dengan metode relaksasi yang mengombinasikan kontraksi dan pelemasan otot secara sistematis untuk menurunkan ketegangan fisik dan psikis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan teknik relaksasi otot progresif dalam menurunkan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi Metode yang digunakan adalah studi kasus pada dua responden lansia dengan hipertensi derajat 1 di wilayah kerja Puskesmas Suluun Tareran, Kabupaten Minahasa Selatan. Instrumen penelitian menggunakan format pengkajian keperawatan Gerontik, SOP Teknik relaksasi dan Nurse Kit. Intervensi dilakukan selama tiga hari 17 juni sampai 19 juni, masing-masing selama 25 menit per sesi. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan signifikan tekanan darah pada kedua responden. Responden pertama mengalami penurunan dari 159/94 mmHg menjadi 147/90 mmHg, sedangkan responden kedua dari 151/92 mmHg menjadi 149/89 mmHg. Selain itu, terdapat peningkatan kualitas tidur, emosi lebih stabil, dan kemampuan aktivitas harian yang lebih mandiri. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa teknik relaksasi otot progresif efektif membantu mengendalikan hipertensi pada lansia. Saran bagi tenaga kesehatan adalah untuk menjadikan teknik ini sebagai intervensi dalam program pengendalian hipertensi, khususnya di komunitas lansia.