Diabetes Melitus merupakan penyakit metabolik yang di tandai dengan peningkatan kadar gula darah akibat gangguan sekresi insulin, atau keduanya, pengendalian kadar gula darah pada pasien diabetes melitus tipe II dapat dilakukan melalui pengaturan pola konsumsi yang tepat. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah melalui konseling gizi untuk meningkatkan pengetahuan dan perubahan perilaku makan pasien penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pegaruh konseling pola konsumsi terhaap kadar gula...
Diabetes Melitus merupakan penyakit metabolik yang di tandai dengan peningkatan kadar gula darah akibat gangguan sekresi insulin, atau keduanya, pengendalian kadar gula darah pada pasien diabetes melitus tipe II dapat dilakukan melalui pengaturan pola konsumsi yang tepat. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah melalui konseling gizi untuk meningkatkan pengetahuan dan perubahan perilaku makan pasien penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pegaruh konseling pola konsumsi terhaap kadar gula darah pasien diabetes melitus tipe II di puskesmas Motoboi Kecil Kecamatan Kotamobagu Selatan \r\nPenelitian ini menggukan desain penelitian Kuantitatif dengan pendekatan pre Experimental (one group pretest-pottest). Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 60 responden pasien diabetes melitus tipe II. Data kadar gula darah diukur sebelum dan sesudah diberikan konseling pola konsumsi. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon Signed Ranks Test karena data tidak berdistribusi normal.\r\nHasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum konseling terdapat 38 responden (63,3%) dengan kadar gula darah tidak terkendali dan 22 responden (36,7%) dengan kadar gula darah terkendali. Setelah diberikan konseling terjadi perubahan menjadi 29 responden (48,3) dengan kadar gula darah tidak terkendali dan 31 responden (51,7%) dengan kadar gula darah terkendali. Rata-rata kadar gula darah sebelum konseling adalah 272,2 mg/dl dan setelah konseling 215,0 mg/dl. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,000 (p