Pengaruh Kombinasi Pijat Endorphin Dan Aromaterapi Lemon Terhadap Kecemasan Ibu Hamil Dengan Risiko Diabetes Melitus Di Poliklinik KIA RS Bhayangkara TK.III Kota Manado
Ibu hamil dengan risiko diabetes melitus cenderung mengalami kekhawatiran berlebih terkait kondisi kesehatannya, proses persalinan serta kemungkinan komplikasi pada bayi, sehingga memicu peningkatan kecemasan yang berdampak pada kualitas hidupnya. Berdasarkan data rekam medis Poliklinik KIA Rumah Sakit Bhayangkara TK.III Kota Manado periode Desember 2025–Februari 2026, tercatat 18 ibu hamil mengalami diabetes melitus dari 97 ibu hamil trimester II dan III. Kecemasan yang tidak tertangani dapat m...
Ibu hamil dengan risiko diabetes melitus cenderung mengalami kekhawatiran berlebih terkait kondisi kesehatannya, proses persalinan serta kemungkinan komplikasi pada bayi, sehingga memicu peningkatan kecemasan yang berdampak pada kualitas hidupnya. Berdasarkan data rekam medis Poliklinik KIA Rumah Sakit Bhayangkara TK.III Kota Manado periode Desember 2025–Februari 2026, tercatat 18 ibu hamil mengalami diabetes melitus dari 97 ibu hamil trimester II dan III. Kecemasan yang tidak tertangani dapat meningkatkan risiko diabetes melitus serta memperburuk komplikasi kehamilan. Kombinasi pijat endorphin dan aromaterapi lemon merupakan metode non-farmakologi yang dipercaya dapat menurunkan kecemasan karena pijat endorphin merangsang pelepasan hormon endorphin yang menimbulkan rasa nyaman, sementara aromaterapi lemon menstimulasi sistem limbik yang mengatur emosi sehingga menghasilkan efek relaksasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kombinasi pijat endorphin dan aromaterapi lemon terhadap kecemasan ibu hamil dengan risiko diabetes melitus di Poliklinik KIA RS Bhayangkara TK.III Kota Manado.\\\\r\\\\nJenis penelitian ini yaitu pra-eksperimen menggunakan one group pretest-posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu hamil trimester II dan III dengan risiko diabetes melitus di Poliklinik KIA RS Bhayangkara TK.III Kota Manado. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling, sampel yang memenuhi kriteria inklusi, jumlah 47 responden.\\\\r\\\\nHasil diperoleh uji Wilcoxon Signed-Ranks Test menunjukkan ada perbedaan yang signifikan tingkat kecemasan sebelum dan sesudah intervensi. Sebelum intervensi sebagian besar responden mengalami kecemasan sedang (48,9%), sedangkan setelah intervensi rata-rata tidak cemas (51,1%) dengan nilai p