Efektivitas Kombinasi Peanut Ball Terhadap Intensitas Nyeri Persalinan Pada Ibu Bersalin Di Puskesmas Kombos Kecamatan Singkil Kota Manado
- Tahun terbit
- 2026
- Jenis naskah
- Skripsi
- Bahasa
- Indonesia
- No. panggil
- SKR KEBIDANAN 2026
- Penerbit
- Manado : Poltekkes Kemenkes Manado
- Deskripsi fisik
- xiv, 108 hlm : ilustrasi ; 27 cm
- Klasifikasi
- NONE
- Berkas dibaca
- 16 kali
- Dikutip
- 0 kali
- Pernyataan tanggung jawab
- Pingkan Mamonto; Dian Pratiwi; Agnes Montolalu
Abstrak
Nyeri persalinan pada kala I fase aktif dapat menyebabkan kecemasan dan menghambat proses persalinan. Salah satu intervensi nonfarmakologis untuk mengurangi nyeri adalah kombinasi teknik peanut ball dan terapi musik. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas kombinasi tersebut terhadap intensitas nyeri persalinan pada ibu bersalin di Puskesmas Kombos Kecamatan Singkil Kota Manado.\r\nPenelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain pre-experimental melalui pendekatan one group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 34 ibu bersalin yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Intensitas nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) sebelum dan sesudah pemberian intervensi. \r\nHasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata intensitas nyeri sebelum intervensi sebesar 6,88, sedangkan setelah intervensi menurun menjadi 3,38. Sebelum intervensi, sebagian besar responden mengalami nyeri berat (61,8%), sedangkan setelah intervensi sebagian besar mengalami nyeri ringan (52,9%). Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan nilai Z = -5,124 dengan p-value = 0,001 (p < 0,05), yang menunjukkan adanya perbedaan bermakna antara intensitas nyeri sebelum dan sesudah intervensi. Seluruh responden mengalami penurunan intensitas nyeri setelah diberikan kombinasi teknik peanut ball dan terapi musik. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kombinasi teknik peanut ball dan terapi musik efektif dalam menurunkan intensitas nyeri persalinan kala I fase aktif pada ibu bersalin di Puskesmas Kombos Kecamatan Singkil Kota Manado. Disarankan agar intervensi ini dapat diterapkan sebagai salah satu metode nonfarmakologis dalam pelayanan kebidanan serta dikembangkan pada penelitian selanjutnya dengan desain yang lebih kuat.