Langsung ke konten
PUSTAKA Repositori Poltekkes Kemenkes Manado
Image of Implementasi Nebulizer untuk Mengatasi Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif pada NY. J.K Turbekulosis Paru di RSU GMIM Pancaran Kasih Manado
Karya Tulis Ilmiah Akses terbuka 2025

Implementasi Nebulizer untuk Mengatasi Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif pada NY. J.K Turbekulosis Paru di RSU GMIM Pancaran Kasih Manado

Tahun terbit
2025
Jenis naskah
Karya Tulis Ilmiah
Bahasa
Indonesia
No. panggil
KTI KEPERAWATAN 2025
Penerbit
Manado : Poltekkes Kemenkes Manado
Deskripsi fisik
xiv, 97 Hal: Ilustrasi; 27 cm
Klasifikasi
NONE
Berkas dibaca
6 kali
Dikutip
0 kali
Pernyataan tanggung jawab
Novelini Griti Tampi

Abstrak

Latar Belakang: Tuberkulosis Paru merupakan infeksi kronis yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis yang menyerang parenkim paru-paru. Penyakit ini menyebar melalui droplet saat batuk atau bersin dari penderita yang telah terdiagnosis positif. Infeksi ini menyebabkan peradangan, pembengkakan, dan kerusakan pada saluran napas atas, sehingga menimbulkan batuk berdahak dengan lendir yang sulit dikeluarkan. Kondisi ini mengakibatkan gangguan pada bersihan jalan napas yang tidak efektif. Salah satu intervensi keperawatan yang dapat dilakukan adalah implementasi nebulizer, yang berfungsi untuk mengencerkan sputum sehingga mempermudah pengeluarannya melalui saluran napas.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan implementasi nebulizer pada pasien tuberkulosis paru yang mengalami masalah bersihan jalan napas tidak efektif agar kondisi pernapasan dapat membaik. Metode : Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini meliputi format pengkajian, lembar observasi SLKI, serta Standar Operasional Prosedur (SOP) implementasi nebulizer. Kegiatan dilakukan pada tanggal 22 hingga 24 April 2025 di RSU GMIM Pancaran Kasih Manado. Hasil: Setelah dilakukan pengkajian pada 21 April 2025, pasien Ny. J. K mengalami batuk berdahak, lendir sulit keluar, dan sesak napas. Intervensi yang diberikan yaitu nebulizer menggunakan Combivent (Ipratropium bromide + Salbutamol sulfate 2,5 mg/2,5 ml) sebanyak tiga kali sehari, teknik batuk efektif, serta pemberian Levofloxacin 500 mg dan N–Acetylcysteine. Kesimpulan : Implementasi nebulizer selama tiga hari terbukti efektif dalam mengatasi masalah bersihan jalan napas tidak efektif pada pasien tuberkulosis paru

Berkas

Baca Akses terbuka Baca

Eksemplar fisik & reservasi

#
Poltekkes Kemenkes Manado Kampus A KTI KEPERAWATAN 2025
KTI000552025
Tersedia

Komentar

Masuk untuk menulis komentar