Hubungan Frekuensi Makan Jajanan Kariogenik Dengan Karies Gigi Tetap Pada Siswa Kelas V Pondok Pesantren Assalaam Manado
- Tahun terbit
- 2026
- Jenis naskah
- Karya Tulis Ilmiah
- Bahasa
- Indonesia
- No. panggil
- KTI KESGI 2026
- Penerbit
- Manado : Poltekkes Kemenkes Manado
- Deskripsi fisik
- xii, 62 hlm : Ilustrasi ; 27 cm
- Klasifikasi
- NONE
- Berkas dibaca
- 3 kali
- Dikutip
- 0 kali
- Pernyataan tanggung jawab
- Muhammad Farhan; I Ketut Harapan; Jeineke ellen Ratuela
Abstrak
Kesehatan gigi dan mulut merupakan suatu kondisi dimana jaringan keras dan jaringan lunak yang terdapat dalam rongga mulut dalam keadaan sehat bebas dari segala penyakit serta gangguan estetik. Kesehatan gigi dan mulut menjadi perhatian tersendiri karena dapat mempengaruhi kualitas dan produktivitas seseorang, kesehatan gigi dan mulut juga berkaitan dengan kesehatan tubuh secara umum, dan juga berhubungan erat dengan kualitas hidup serta produktivitas seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan frekuensi makan jajanan kariogenik dengan karies gigi pada siswa kelas V Pondok Pesantren Assalaam Manado.\r\nJenis Penelitian bersifat analitik dengan pendekatan potong lintang (Cross sectional study desain). Penelitian ini dilaksanakan pada minggu ketiga Bulan Juni 2026 di Pondok Pesantren Assalaam Manado. Populasi penelitian berjumlah 37 orang yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi tertentu. Pengumpulan data penelitian ini diukur dengan menggunakan Lembar Checklist dan Lembar pemeriksaan DMF-T. Analisa data menggunakan uji statistik Chi-Square untuk mengetahui hubungan antar variabel.\r\nHasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki frekuensi makan jajanan kariogenik dengan kategori baik sebesar (75,7%) dan kurang baik sebesar (24,3%),dan tingkat karies gigi dalam kategori baik sebesar (51,4%) dan kurang baik (48,6%) dan hasil uji statistik Chi – Square didapat nilai p value = 0.447 > 0.05 yang berarti tidak ada hubungan yang bermakna antara kebiasaan mengonsumsi makan jajanan kariogenik dengan karies gigi sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan kebiasaan mengonsumsi makan jajanan kariogenik dengan karies gigi.