Langsung ke konten
PUSTAKA Repositori Poltekkes Kemenkes Manado
Karya Tulis Ilmiah Akses terbatas 2026

Tingkat Kesukaan Puding Ubi Ungu Dan Labu Kuning Sebagai Alternatif Makanan Fungsional Dalam Pencegahan Stunting

Tahun terbit
2026
Jenis naskah
Karya Tulis Ilmiah
Bahasa
Indonesia
No. panggil
KTI GIZI 2026
Penerbit
Manado : Poltekkes Kemenkes Manado
Deskripsi fisik
xiv, 76 hlm : ilustrasi; 27 cm
Klasifikasi
NONE
Berkas dibaca
7 kali
Dikutip
0 kali
Pernyataan tanggung jawab
Nafila Gumeleng ; Daniel Robert ; Grace K. Langi

Abstrak

Ubi ungu dan labu kuning merupakan pangan lokal yang memiliki\r\nkandungan zat gizi serta berpotensi dikembangkan menjadi produk pangan\r\nfungsional. Pemanfaatan kedua bahan tersebut dalam bentuk puding dapat menjadi\r\nsalah satu alternatif makanan yang memiliki nilai gizi serta dapat meningkatkan\r\npemanfaatan pangan lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat\r\nkesukaan puding berbahan ubi ungu dan labu kuning sebagai alternatif makanan\r\nfungsional dalam pencegahan stunting berdasarkan penilaian organoleptik meliputi\r\nwarna, aroma, rasa, dan tekstur pada mahasiswa Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes\r\nManado.\r\nPenelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan uji organoleptik\r\nterhadap tiga variasi formula puding yaitu P1 (ubi ungu 70 gram : labu kuning 30\r\ngram), P2 (ubi ungu 60 gram : labu kuning 40 gram), dan P3 (ubi ungu 50 gram :\r\nlabu kuning 50 gram). Panelis dalam penelitian ini berjumlah 20 orang mahasiswa\r\nJurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Manado dengan kategori panelis agak terlatih.\r\nData diperoleh melalui kuesioner uji hedonik dengan skala 1–5 dan dianalisis secara\r\ndeskriptif menggunakan SPSS.\r\nHasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan terbaik secara keseluruhan\r\nterdapat pada P3 dengan nilai rerata tertinggi yaitu 81,7 sehingga menjadi formula\r\nyang paling disukai oleh panelis. Tingkat kesukaan warna tertinggi terdapat pada\r\nP3 sebanyak 10 panelis (50%), aroma tertinggi terdapat pada P2 sebanyak 13\r\npanelis (65%), rasa tertinggi terdapat pada P3 sebanyak 12 panelis (60%), dan\r\ntekstur tertinggi terdapat pada P3 sebanyak 12 panelis (60%). Hal ini menunjukkan\r\nbahwa kombinasi ubi ungu dan labu kuning dengan perbandingan yang seimbang\r\nmenghasilkan karakteristik warna, aroma, rasa, dan tekstur yang lebih diterima oleh\r\npanelis. Puding ubi ungu dan labu kuning memiliki potensi sebagai alternatif\r\nmakanan fungsional dengan pemanfaatan bahan pangan lokal yang dapat\r\nmendukung pemenuhan zat gizi dalam upaya pencegahan stunting.\r\nKata Kunci: Puding, Ubi Ungu, Labu Kuning, Organoleptik, Stunting

Berkas

Bagian terbatas dapat dibaca setelah masuk sebagai anggota.
Abstrak Akses terbuka · 1157_abstrak Baca
Bab 1 Akses terbuka · 1157_bab1 Baca
Bab 2 Khusus anggota · 1157_bab2 Masuk untuk membaca
Bab 3 Akses terbuka · 1157_bab3 Baca
Bab 4 Khusus anggota · 1157_bab4 Masuk untuk membaca
Bab 5 Akses terbuka · 1157_bab5 Baca
Lampiran Akses terbuka · 1157_lampiran Baca

Eksemplar fisik & reservasi

#
Poltekkes Kemenkes Manado Kampus A KTI GIZI 2026
KTI GIZI 2026-698-001
Tersedia

Komentar

Masuk untuk menulis komentar