Pemberian Puding Buah Naga Merah terhadap Kadar Gula Darah Pasien Diabetes Melitus Tipe II di Wilayah Kerja Puskesmas Binatuna
- Tahun terbit
- 2026
- Jenis naskah
- Skripsi
- Bahasa
- Indonesia
- No. panggil
- SKR GIZI 2026
- Penerbit
- Manado : Poltekkes Kemenkes Manado
- Deskripsi fisik
- xvi, 70 hlm : ilustrasi ; 27 cm
- Klasifikasi
- NONE
- Berkas dibaca
- 27 kali
- Dikutip
- 0 kali
- Pernyataan tanggung jawab
- Yessica Anatasia Suparto; Yohanis A.Tomastola ; Vera T.Harikedua
Abstrak
Suparto Anatasia Yessica. 2026. Pemberian Puding Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus) Terhadap Penurunan Kadar Gula Darah Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Wilayah Kerja Puskemas Bintauna. Dibimbing oleh Yohanis A. Tomastola, SST, MPH sebagai Pembimbing I dan Vera T. Harikedua, SST, MPH sebagai Pembimbing II.\r\n\r\nABSTRAK\r\nDiabetes Melitus Tipe 2 merupakan penyakit metabolik yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah akibat gangguan sekresi insulin dan resistensi insulin. Salah satu upaya nonfarmakologis yang dapat dilakukan untuk membantu mengendalikan kadar gula darah adalah melalui pemanfaatan pangan fungsional, salah satunya puding buah naga merah yang mengandung serat, flavonoid, vitamin C, dan antioksidan yang berpotensi membantu mengontrol kadar glukosa darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian puding buah naga merah terhadap kadar gula darah pada penderita Diabetes Melitus Tipe 2 di Wilayah Kerja Puskesmas Bintauna.\r\nPenelitian ini menggunakan metode quasi experimental dengan desain one group pretest-posttest design. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei 2026 di Wilayah Kerja Puskesmas Bintauna. Sampel penelitian berjumlah 35 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Intervensi berupa pemberian puding buah naga merah sebanyak 200 gram per hari selama tiga hari. Pengukuran kadar gula darah dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan glukometer, sedangkan analisis data menggunakan Uji Wilcoxon Signed Rank Test.\r\nHasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kadar gula darah sebelum intervensi sebesar 240,48 mg/dL dan sesudah intervensi sebesar 232,25 mg/dL, sehingga terjadi penurunan sebesar 8,23 mg/dL. Hasil Uji Wilcoxon menunjukkan nilai Z = -2,466 dan p = 0,014 (p