Pijat oksitosin adalah pemijatan sepanjang tulang belakang (Yertebrae) sampai tulang costae kelima keenam untuk merangsang hormon prolaktin dan juga oksitosin setelah melahirkan (Rahayu dkk 2018). Pijat oksitosin merupakan suatu implementasi pada ibu yang mengalami ketidaklancaran ASI agar setelah dilakukan pijat oksitosin diharapkan dapat memperlancar produksi ASI, karena setelah dilakukan tindakan dapat muncul masalah yang menyebabkan kesulitan dalam menyusui sehingga stimulus ASI menjadi ter...
Pijat oksitosin adalah pemijatan sepanjang tulang belakang (Yertebrae) sampai tulang costae kelima keenam untuk merangsang hormon prolaktin dan juga oksitosin setelah melahirkan (Rahayu dkk 2018). Pijat oksitosin merupakan suatu implementasi pada ibu yang mengalami ketidaklancaran ASI agar setelah dilakukan pijat oksitosin diharapkan dapat memperlancar produksi ASI, karena setelah dilakukan tindakan dapat muncul masalah yang menyebabkan kesulitan dalam menyusui sehingga stimulus ASI menjadi terganggu. Masalah ketidaklancaran produksi ASI sebagian besar dialami oleh ibu post partum dengan sectio caesarea sebanyak 82%, hal ini disebabkan karena adanya nyeri pada lokasi jahitan menghambat produksi prolaktin dan oksitosin. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan rancangan studi kasus yang dilakukan terhadap satu orang responden yaitu ibu yang telah selesai melakukan tindakan post sectio caesarea dengan masalah ketidaklancaran pengeluaran ASI. Setelah dilakukan implementasi kepada subjek penelitian dengan intervensi keperawatan di dapatkan penerapan teknik pijat oksitosin pada Ny G.T yang dilakukan selama 3 hari diperoleh hasil setelah dilakukan pijat oksitosin pada Ny G.T adanya peningkatan produksi ASI dan pengeluaran ASI. Adapun hasil yang didapat sebelum melakukan penerapan teknik pijat oksitosin klien belum ada pengeluaran asi dan setelah diberikan penerapan pijat oksitosin Asi klien keluar.