Identifikasi Kandungan Formalin dan Boraks pada Bakso, Cilok dan Mie Basah di Wilayah Kabupaten Minahasa Tenggara
- Tahun terbit
- 2026
- Jenis naskah
- Karya Tulis Ilmiah
- Bahasa
- Indonesia
- No. panggil
- KTI FARMASI 2026
- Penerbit
- Manado : Poltekkes Kemenkes Manado
- Deskripsi fisik
- xiv, 86 hlm : ilustrasi ; 27 cm
- Klasifikasi
- NONE
- Berkas dibaca
- 24 kali
- Dikutip
- 0 kali
- Pernyataan tanggung jawab
- Natasya Martha Mosey; Djois Sugiaty Rintjap; Evelina M. Nahor
Abstrak
Keamanan pangan merupakan aspek penting dalam melindungi kesehatan masyarakat. Penyalahgunaan formalin dan boraks sebagai bahan tambahan pangan masih ditemukan pada beberapa produk pangan olahan, seperti bakso, cilok, dan mie basah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat kandungan formalin dan boraks pada bakso, cilok dan mie basah yang dijual di Wilayah Minahasa Tenggara. \\r\\nPenelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang dilakukan di Laboratorium Kimia Jurusan Farmasi Poltekkes Kemenkes Manado. Sampel penelitian terdiri atas 12 sampel, yaitu 4 sampel bakso, 4 sampel cilok, dan 4 sampel mie basah yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Identifikasi formalin dilakukan menggunakan metode ekstrak kulit buah naga, kalium permanganat (KMnO₄), asam kromatofat, dan test kit formalin. Identifikasi boraks dilakukan menggunakan metode kertas kurkumin, AgNO₃, uji nyala api, dan test kit boraks. Data yang diperoleh disajikan dalam bentuk tabel, gambar dan dinarasikan.\\r\\nHasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh sampel bakso, cilok, dan mie basah memberikan hasil negatif terhadap kandungan formalin pada semua metode pengujian, serta memberikan hasil negatif terhadap kandungan boraks pada seluruh metode yang digunakan. Dengan demikian, seluruh sampel yang diperiksa tidak terindikasi mengandung formalin maupun boraks