Masalah kesehatan gigi dan mulut di Indonesia masih menjadi perhatian karena angka kejadian karies gigi yang relatif tinggi. Karies umumnya diawali dengan terbentuknya plak gigi sebagai akibat aktivitas bakteri. Salah satu langkah yang banyak diterapkan untuk mencegah pembentukan plak adalah penggunaan obat kumur antiseptik. Akan tetapi, sebagian besar produk obat kumur yang tersedia di pasaran masih menggunakan bahan kimia sintetik, sehingga diperlukan pengembangan obat kumur berbahan alami yan...
Masalah kesehatan gigi dan mulut di Indonesia masih menjadi perhatian karena angka kejadian karies gigi yang relatif tinggi. Karies umumnya diawali dengan terbentuknya plak gigi sebagai akibat aktivitas bakteri. Salah satu langkah yang banyak diterapkan untuk mencegah pembentukan plak adalah penggunaan obat kumur antiseptik. Akan tetapi, sebagian besar produk obat kumur yang tersedia di pasaran masih menggunakan bahan kimia sintetik, sehingga diperlukan pengembangan obat kumur berbahan alami yang lebih aman. Salah satu tanaman yang berpotensi dimanfaatkan adalah daun Andong Merah (Cordyline fruticosa L.), yang diketahui mengandung senyawa aktif seperti flavonoid, tanin, dan saponin dengan aktivitas antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk membuat formulasi sediaan obat kumur ekstrak etanol daun Andong Merah (Cordyline fruticosa L.) yang memenuhi syarat evaluasi pengujian.\r\nPenelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium bidang formulasi yang dilakukan di Laboratorium Farmakognosi dan Laboratorium Teknologi Sediaan Farmasi Jurusan Farmasi Poltekkes Kemenkes Manado. Ekstrak daun Andong Merah diperoleh dengan metode maserasi menggunakan etanol 96%, kemudian diformulasikan menjadi tiga formula dengan konsentrasi ekstrak 2,5%, 5%, dan 7,5%. Evaluasi sediaan meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH, dan uji hedonik terhadap 10 panelis. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dengan membandingkan hasil pengujian terhadap persyaratan mutu sediaan obat kumur.\r\nHasil penelitian menunjukkan bahwa ekstraksi daun Andong Merah menghasilkan rendemen sebesar 23,136%. Seluruh formula memiliki bentuk cair, homogen, beraroma khas peppermint, memiliki nilai pH 5, hasil uji hedonik menunjukkan Formula 1 (konsentrasi ekstrak 2,5%) memperoleh tingkat kesukaan tertinggi pada parameter aroma, rasa, dan warna dibandingkan Formula 2 dan Formula 3. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun Andong Merah dapat diformulasikan menjadi sediaan obat kumur yang memenuhi persyaratan evaluasi fisik, dengan Formula 1 sebagai formulasi yang paling disukai.