Uji Efek Antidiabetes Ekstrak Etanol Bunga Pacing Tawar (Costus speciosus) Pada Tikus Putih (Rattus norvegicus)
- Tahun terbit
- 2026
- Jenis naskah
- Karya Tulis Ilmiah
- No. panggil
- KTI FARMASI 2026
- Penerbit
- Manado : Poltekkes Kemenkes Manado
- Deskripsi fisik
- xiii, 60 hlm : ilustrasi ; 27 cm
- Berkas dibaca
- 8 kali
- Dikutip
- 0 kali
- Pernyataan tanggung jawab
- Claudia Mikha Tolandang; Juliet Tangka; Elisabeth Natalia Barung
Abstrak
Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik yang ditandai oleh tingginya kadar glukosa dalam darah akibat gangguan fungsi maupun produksi insulin. Angka kejadian penyakit ini terus mengalami peningkatan sehingga diperlukan upaya pengembangan terapi yang efektif dan memiliki efek samping lebih minimal. Bunga Pacing Tawar (Costus speciosus) diketahui mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, alkaloid, saponin, tanin, fenolik, dan terpenoid yang berpotensi sebagai antidiabetes. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek antidiabetes ekstrak etanol bunga Pacing Tawar (Costus speciosus) terhadap kadar glukosa darah pada tikus putih (Rattus norvegicus). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium dengan rancangan Posttest Only Control Group Design. Sampel berupa bunga Pacing Tawar (Costus speciosus) diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Efek antidiabetes diuji pada 20 ekor tikus putih (Rattus norvegicus) yang dibagi menjadi empat kelompok, yaitu kontrol negatif (Na CMC 0,5%), kontrol positif (metformin), serta kelompok ekstrak etanol bunga Pacing Tawar dosis 200 mg/kgBB dan 400 mg/kgBB. Data dianalisis menggunakan uji Welch ANOVA yang dilanjutkan dengan uji Post Hoc Games-Howell. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstraksi bunga Pacing Tawar menghasilkan ekstrak dengan rendemen sebesar 41,5%. Pemberian ekstrak etanol bunga Pacing Tawar dosis 200 mg/kgBB menurunkan kadar glukosa darah tikus dari rata-rata 200,2 mg/dL menjadi 90,2 mg/dL, sedangkan dosis 400 mg/kgBB menurunkan kadar glukosa darah dari 186,2 mg/dL menjadi 83,8 mg/dL. Hasil uji Welch ANOVA menunjukkan terdapat perbedaan yang bermakna antar kelompok perlakuan dengan nilai signifikansi