Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik kronis yang sering disertai gangguan metabolisme lipid, salah satunya peningkatan kadar trigliserida. Pada penderita diabetes melitus, terutama yang disertai hipertensi, peningkatan kadar trigliserida dapat meningkatkan risiko komplikasi kardiovaskular. Pemeriksaan trigliserida penting dilakukan sebagai bagian dari pemantauan kondisi metabolik penderita diabetes melitus.Mengetahui gambaran kadar trigliserida pada penderita diabetes melitus dengan dan...
Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik kronis yang sering disertai gangguan metabolisme lipid, salah satunya peningkatan kadar trigliserida. Pada penderita diabetes melitus, terutama yang disertai hipertensi, peningkatan kadar trigliserida dapat meningkatkan risiko komplikasi kardiovaskular. Pemeriksaan trigliserida penting dilakukan sebagai bagian dari pemantauan kondisi metabolik penderita diabetes melitus.Mengetahui gambaran kadar trigliserida pada penderita diabetes melitus dengan dan tanpa hipertensi di Puskesmas Kombos Kota Manado. \r\n Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan desain cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 60 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Pemeriksaan kadar trigliserida dilakukan menggunakan metode Glycerol Phosphate Oxidase Peroxidase (GPO-PAP) pada alat Biosystems BTS-350. Data dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. \r\n Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 60 responden, sebanyak 40 responden (66,7%) memiliki kadar trigliserida normal, 6 responden (10,0%) memiliki kadar trigliserida kategori borderline, dan 14 responden (23,3%) memiliki kadar trigliserida tinggi. Mayoritas responden merupakan laki-laki (53,3%) dan berada pada kelompok usia 46–55 tahun (35,0%).Sebagian besar penderita diabetes melitus dengan dan tanpa hipertensi di Puskesmas Kombos memiliki kadar trigliserida dalam kategori normal. Namun, masih terdapat responden dengan kadar trigliserida tinggi yang berpotensi meningkatkan risiko komplikasi kardiovaskular, sehingga pemeriksaan trigliserida secara berkala serta pengendalian gaya hidup dan kepatuhan terhadap terapi perlu terus ditingkatkan.