Asam urat merupakan gangguan metabolisme purin yang dapat menyebabkan hiperurisemia dan meningkatkan risiko gangguan fungsi ginjal. Pemeriksaan kadar ureum serum merupakan salah satu parameter laboratorium yang dapat digunakan untuk membantu menilai fungsi ginjal pada penderita asam urat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kadar ureum serum pada penderita asam urat di Puskesmas Tikala Baru Kota Manado.\r\nPenelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan cross-sectio...
Asam urat merupakan gangguan metabolisme purin yang dapat menyebabkan hiperurisemia dan meningkatkan risiko gangguan fungsi ginjal. Pemeriksaan kadar ureum serum merupakan salah satu parameter laboratorium yang dapat digunakan untuk membantu menilai fungsi ginjal pada penderita asam urat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kadar ureum serum pada penderita asam urat di Puskesmas Tikala Baru Kota Manado.\r\nPenelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 30 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Data diperoleh melalui kuesioner, rekam medis, dan pemeriksaan kadar ureum serum menggunakan BioSystems BTS-350 dengan metode enzimatik urease/salicylate. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berusia 41–50 tahun (43%), berjenis kelamin laki-laki (57%), memiliki riwayat hiperurisemia 3–5 tahun (57%), dan rutin mengonsumsi obat antihiperurisemia (57%). Hasil pemeriksaan menunjukkan 19 responden (63%) memiliki kadar ureum serum normal dan 11 responden (37%) memiliki kadar ureum serum tinggi. Kadar ureum normal paling banyak ditemukan pada usia 41–50 tahun sebanyak 10 responden, sedangkan kadar ureum tinggi paling banyak pada usia 51–60 tahun sebanyak 5 responden.\r\nBerdasarkan jenis kelamin, kadar ureum tinggi ditemukan pada 6 responden laki-laki dan 5 responden perempuan. Berdasarkan riwayat hiperurisemia, kadar ureum tinggi paling banyak ditemukan pada responden dengan riwayat lebih dari 5 tahun, yaitu 7 responden. Berdasarkan konsumsi obat antihiperurisemia, kadar ureum tinggi paling banyak ditemukan pada responden yang tidak rutin mengonsumsi obat, yaitu 7 responden. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas penderita asam urat memiliki kadar ureum serum dalam kategori normal, yaitu 19 responden (63%), sedangkan 11 responden (37%) memiliki kadar ureum serum tinggi.