ABSTRAK Sifilis merupakan salah satu infeksi menular seksual yang disebabkan oleh Treponema Pallidum dan dapat ditularkan dari ibu kepada janin selama kehamilan dan infeksi berpotensi menimbulkan berbagai komplikasi serius seperti abortus, kelahiran prematur, lahir mati, berat badan lahir rendah hingga sifilis kogenital pada bayi. pemeriksaan sifilis pada ibu hamil menjadi bagian penting dalam pelayanan antenatal untuk mendeteksi dan mencegah terjadinya sifilis kongenital sehingga dapat dilakuk...
ABSTRAK Sifilis merupakan salah satu infeksi menular seksual yang disebabkan oleh Treponema Pallidum dan dapat ditularkan dari ibu kepada janin selama kehamilan dan infeksi berpotensi menimbulkan berbagai komplikasi serius seperti abortus, kelahiran prematur, lahir mati, berat badan lahir rendah hingga sifilis kogenital pada bayi. pemeriksaan sifilis pada ibu hamil menjadi bagian penting dalam pelayanan antenatal untuk mendeteksi dan mencegah terjadinya sifilis kongenital sehingga dapat dilakukan penatalaksanaan yang tepat dan mencegah terjadinya penularan kepada janin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran hasil pemeriksaan sifilis pada ibu hamil trimester I dan trimester III di Puskesmas Tuminting.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan observasional. Sampel penelitian berjumlah 30 ibu hamil yang menjalani pemeriksaan sifilis pada trimester I dan trimester III di Puskesmas Tuminting. Pengambilan sampel dilakukan sesuai kriteria penelitian yang telah ditetapkan. Data diperoleh dari hasil pemeriksaan laboratorium dan dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan distribusi hasil pemeriksaan sifilis pada responden.Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh 30 responden memperoleh hasil pemeriksaan sifilis negatif, baik pada trimester I maupun trimester III. Tidak ditemukan kasus sifilis positif pada ibu hamil yang menjadi sampel penelitian selama periode penelitian berlangsung. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa gambaran pemeriksaan sifilis pada ibu hamil trimester I dan trimester III di Puskesmas Tuminting menunjukkan seluruh sampel responden memiliki hasil negatif. Skrining sifilis secara rutin pada setiap kehamilan tetap perlu dilakukan sebagai upaya deteksi dini, pencegahan sifilis kogenital, serta mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak.