Identifikasi Kandungan Formalin dan Boraks pada Bakso dan Tahu yang di Jual di Kecamatan Siau Timur
- Tahun terbit
- 2026
- Jenis naskah
- Karya Tulis Ilmiah
- Bahasa
- Indonesia
- No. panggil
- KTI FARMASI 2026
- Penerbit
- Manado : Poltekkes Kemenkes Manado
- Deskripsi fisik
- xiii, 100 hlm ; ilustrasi 27 cm
- Klasifikasi
- NONE
- Berkas dibaca
- 19 kali
- Dikutip
- 0 kali
- Pernyataan tanggung jawab
- Merci Meicelin Carolina Kuera; Evelina M. Nahor ; Djois S. Rintjap
Abstrak
Formalin dan Boraks merupakan bahan kimia yang dilarang digunakan sebagai bahan tambahan pangan karena dapat menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan apabila dikonsumsi secara terus-menerus. Meskipun demikian, kedua bahan tersebut masih ditemukan pada berbagai produk pangan, termasuk Bakso dan Tahu, yang bertujuan untuk memperpanjang daya simpan, memperbaiki tekstur, dan mempertahankan kualitas produk. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi ada atau tidaknya kandungan Formalin dan Boraks pada Bakso dan Tahu yang dijual di Kecamatan Siau Timur. Jenis penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif. Sampel penelitian berupa Bakso dan Tahu yang diperoleh dari 5 wilayah di Kecamatan Siau Timur, yaitu Kelurahan Tatahadeng, Akesimbeka, Bahu, Tarorane, dan Bebali. Identifikasi Formalin dilakukan secara Kualitatif menggunakan metode Kalium Permanganat (KMnO₄), test kit Formalin, dan pereaksi Asam Kromatopat, dan identifikasi Boraks menggunakan Paper Test Kit Boraks, kertas Kurkumin, pereaksi, dan Uji nyala api. Hasil penelitian dianalisa dan disajikan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada uji Formalin dengan KMnO₄ terdapat 2 sampel Bakso (A dan B) hasilnya positif, dan (3 sampel C,D dan E negatif), sedangkan pada uji test kit Formalin dan Asam Kromatopat (5 sampel hasilnya positif) pada sampel Tahu hasilnya semua negatif Formalin. Untuk uji Boraks pada Bakso dan Tahu semua sampel negatif pada uji test kit, uji kertas Kurkumin, nyala uji nyala.